Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

BI Ajak Pemda Gelar Operasi Pasar, Ini Tujuannya

Menggiatkan operasi pasar (OP) sebagai langkah agar inflasi pangan bisa turun ke level 6% atau bahkan 5%.
SHARE
BI Ajak Pemda Gelar Operasi Pasar, Ini Tujuannya
SOLOPOS.COM - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (infopublik.id)

Solopos.com, JAKARTA–Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak pemerintah pusat dan daerah menggiatkan Operasi Pasar (OP) pangan.

Langkah itu dilakukan agar inflasi pangan bisa turun ke level 6% atau bahkan 5% (year-on-year/yoy), dari Juli yang tercatat sebesar 10,47% (yoy).

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Mari kita segera melakukan operasi pasar agar harga cabai, bawang, telur, dan daging bisa turun. Kemudian minyak goreng yang sudah turun agar tidak naik lagi harganya,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo pada dimulainya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Di pusat, ia menyebutkan sedang dikoordinasikan agar bupati maupun wali kota bisa menggunakan anggaran daerah untuk OP lantaran terdapat beberapa masalah terkait kepastian hukum dan ada beberapa bupati atau wali kota yang takut menggunakan anggaran untuk operasi pasar.

Baca Juga: Menteri Teten: 86 Persen UMKM Tergantung Internet

Adapun dari inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan lalu yang sebesar 4,94% (yoy), inflasi pangan menjadi komponen yang paling tinggi yakni dengan kenaikan 10,47% (yoy).

Padahal inflasi pangan sebenarnya tidak boleh lebih dari 5% atau paling tinggi 6%.

Perry Warjiyo menjelaskan inflasi pangan adalah permasalahan perut dan rakyat, serta berimplikasi langsung kepada kesejahteraan, sehingga hal tersebut bukanlah masalah ekonomi saja, melainkan masalah sosial dan berpotensi berlanjut menjadi masalah politik.

Inflasi pangan merupakan 20% dari komposisi pengeluaran masyarakat secara total, sedangkan bagi masyarakat kelas bawah bisa mencapai 40% atau 50% atau lebih tinggi dari porsi masyarakat kelas menengah ke atas.

Baca Juga: Makanan Tanpa Batas di Asia: Teknologi untuk Mitigasi Krisis Pangan

“Jadi dengan menurunkan inflasi pangan dari level 10,47% (yoy) menjadi 6% (yoy) atau 5% (yoy), dampak sosialnya akan sangat-sangat besar dalam menyejahterakan rakyat,” ujar Perry Warjiyo.

Dia menekankan agar gerakan nasional pengendalian inflasi pangan bisa terus didorong dengan terus bekerja sama antara seluruh pihak baik di pusat maupun daerah.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode