Berontak, Sapi Kurban Lepas Nyemplung Got di Jalan Solo-Tawangmangu Karanganyar

Seekor sapi kurban di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar lepas saat akan disembelih dalam perayaan Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7/2021).
Berontak, Sapi Kurban Lepas Nyemplung Got di Jalan Solo-Tawangmangu Karanganyar
SOLOPOS.COM - Sekor sapi kurban terjebak di parit Jalan Solo-Tawangmangu kawasan depan Pasar Jaten, Kecamatan Jaten Karanganyar, Selasa (20/7/2021). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Seekor sapi kurban di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar lepas saat akan disembelih dalam perayaan Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7/2021). Sapi itu sempat berlari menjauh beberapa puluh meter dari lokasi sebelum akhirnya dapat ditangkap kembali oleh warga.

Kejadian itu berawal ketika sapi berwarna cokelat itu hendak mendapat giliran untuk disembelih. Saat tali pengikat dilepas dari tiang pancang, sapi tiba-tiba memberontak dengan kuat dan berhasil melepaskan diri dari tangan warga.

Hewan itu pun berlari dan langsung dikejar warga. Namun sapi itu terus berlari, bahkan hingga menyeberang Jalan Solo-Tawangmangu yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penyembelihan. Beruntung saat itu tidak ada pengguna jalan yang terseruduk sapi kurban yang lepas dan belum bisa dikendalikan itu.

Baca juga: Sapi Limosin, Si Primadona Hari Raya Kurban Sumbangan Presiden dari Boyolali

Beberapa saat kemudian, sapi pun masuk ke parit yang berada di sisi selatan Jalan Solo-Tawangmangu kawasan depan Pasar Jaten dan terjebak di sana. Saat itulah warga berhasil mengendalikannya.

Seorang warga setempat, Dani, mengatakan sapi kurban yang lepas tersebut merupakan sapi kelima dari delapan sapi yang akan dikurbankan di daerah tersebut.

“Ini sapi kelima. Sebelumnya sapi-sapi lain tenang-tenang saja saat akan disembelih. Tapi yang ini enggak tahu kenapa tiba-tiba berontak dan lari saat akan dibawa ke area penyembelihan,” ujarnya.

Baca juga: Viral! Kades Birit Klaten Angkut Peti Mati Pakai Motor Dinas

Sapi itu terjebak di parit sedalam 1 meter dan lebar 3 meter. Hewan itu kemudian dievakuasi warga dengan cara ditarik menggunakan tali.

Dalam proses evakuasi tersebut, sebagian warga lainnya menghentikan arus lalu lintas kendaraan dari kedua arah (timur dan barat) untuk mengantisipasi jika sapi mengamuk. Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan sapi dapat digiring kembali menuju tempat penyembelihan.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago