Berolahraga saat Terkena Covid-19 Disebut Berbahaya, Kenapa?

Peneliti Jerman menemukan bahwa melakukan olahraga ringan sekalipun saat mengidap Covid-19 ringan bisa berbahaya.
Berolahraga saat Terkena Covid-19 Disebut Berbahaya, Kenapa?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi joging (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Meskipun pasien sudah merasa sehat dan kuat, namun ternyata berolahraga berat berbahaya dilakukan saat terkena Covid-19. Loh kok bisa?

Bagi seseorang yang terkena Covid-19 sebaiknya membatasi olahraga untuk menjaga sistem pernapasan. Pasalnya, virus corona menyerang sistem pernapasan dan imunitas seseorang yang bisa berbahaya bagi para penderitanya.

Mengutip laman Bisnis.com, Senin (20/9/2021), seorang ahli terapi fisik Sharlynn Tuohy mengatakan berolahraga saat terpapar Covid-19 membuat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Hal ini menyebabkan kamu mengalami sesak napas yang lebih buruk. Menurut American College of Cardiology, cedera jantung akut menjadi salah satu komplikasi yang umum terjadi akibat terkena Covid-19.

Menurut penelitian di Journal of the American Medical Association (JAMA) Cardiology, peneliti Jerman menemukan bahwa melakukan olahraga ringan sekalipun saat mengidap Covid-19 ringan bisa berbahaya dan menyebabkan masalah jantung yang serius. Kondisi ini bisa memperburuk gejala Covid-19 dan dapat menyebabkan miokarditis pada beberapa pasien, yaitu radang otot jantung (miokardium).

Baca Juga: Kebiasaan Ini Bisa Cegah Kematian Dini Hingga 70 Persen

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan tes MRI jantung pada 100 orang dewasa yang telah pulih dari Covid-19. Dari semuanya, setengah dari peserta memiliki gejala ringan hingga sedang dan sekitar 18 persen tidak memiliki gejala (OTG atau asimptomatik).

Pengujian tersebut dilakukan dua hingga tiga bulan setelah mereka terdiagnosis Covid-19 dan saat itu tidak ada satupun dari mereka yang mengalami gejala penyakit jantung terkait Covid-19. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, 78 di antaranya mengalami perubahan struktural pada jantungnya, dan 60 mengidap miokarditis.

Menurut pakar saat berolahraga, kerja jantung akan meningkat. Kondisi ini bisa meningkatkan replikasi virus di otot jantung. Begitu viral load menjadi lebih tinggi, maka dapat menyebabkan kerusakan jantung dalam bentuk miokarditis, aritmia, dan gagal jantung.

Oleh sebab itu, hal yang terbaik dapat kamu lakukan adalah terus memantau detak jantung saat mengidap Covid-19. Jika detak jantung tiba-tiba melonjak dan merasa sulit untuk mengatur napas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga: Netflix Hadirkan Drama Korea Squid Game, Seperti Apa Kisahnya?

Lantas, bolehkah pengidap Covid-19 tetap berolahraga? Menurut studi di atas, olahraga tidak dianjurkan bagi pengidap Covid-19 karena dapat berdampak buruk bagi jantung. Namun, bagi mereka yang berada dalam kondisi sehat, alias tidak mengidap SARS-CoV-2, olahraga justru dapat melindungi tubuh dari komplikasi Covid-19 yang membahayakan.

Mengutip laman halodoc.com, Senin (20/9/2021), olahraga dapat mencegah terjadinya komplikasi Covid-19 berupa acute respiratory distress syndrome (ARDS). ARDS sendiri merupakan penyebab kematian 3 -17 persen pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2.

ARDS adalah gangguan pernapasan berat gegara menumpuknya cairan di kantung udara kecil di paru-paru (alveoli). Mereka yang mengalami ARDS sering kali mengalami sesak napas dan sulit bernapas.

Nah, menurut studi rutin berolahraga (bagi mereka yang sehat dan tidak terinfeksi virus corona) dapat melindungi tubuh dari komplikasi Covid-19 berupa ARDS. Pasalnya, olahraga dapat merangsang tubuh untuk memproduksi antioksidan yang disebut extracellular superoxide dismutase (EcSOD). EcSOD ini yang berperan melindungi tubuh untuk bertahan dari serangan ARDS.

Baca Juga: Jimin BTS Puncaki Indeks Reputasi Merek

Meski begitu, studi ini hanya terbatas dilakukan pada tikus percobaan di laboratorium. Namun, temuan ini dapat menginspirasi peneliti lain untuk menemukan cara inovatif untuk mencegah dan mengobati komplikasi mematikan Covid-19.

Ahli terapis fisik di Rush University Medical Center di Chicago, Rachel Volkl,  mengatakan bahwa olahraga berintensitas tinggi dan berat saat sakit membuat respons kekebalan tubuh menjadi lebih buruk sehingga pemulihan akan lebih lama. Namun tidak menutup kemungkinan bagi pasien Covid-19 untuk tetap melakukan kegiataan fisik agar tidak lemas. Kegiataan yang bisa dilakukan yakni berjalan santai di rumah atau di kamar. Melakukan peregangan dan pemanasan ringan setelah bangun tidur juga diperlukan agar badan tidak kaku setelah terus-terusan beristirahat.

 

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago