Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Beredar Kabar UMK Rembang 2022 Naik Rp499.600, Ini Faktanya

Menjelang penetapan UMK Kabupaten Rembang 2022 beredar kabar di aplikasi perpesanan WA terkait usulan kenaikan upah minimum di kabupaten tersebut.
SHARE
Beredar Kabar UMK Rembang 2022 Naik Rp499.600, Ini Faktanya
SOLOPOS.COM - Ilustrasi UMK Rembang 2022. (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, REMBANG — Masyarakat Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), khususnya kaum buruh atau pekerja, digegerkan dengan beredarnya informasi yang menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 sebesar Rp499.600.

Kabar itu pun beredar melalui pesan berantai pada aplikasi perpesanan atau Whatsapp (WA) di kalangan warga Kabupaten Rembang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Menanggapi hal ini, Pemkab Rembang melalui Dinas Penananam Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) menyatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks, atau berita bohong.

Baca juga: Pemkab Batang Usulkan Kenaikan UMK 2022 Cuma 0,16%, Naik Rp3.418

Staf Bagian Mediator Hubungan Industri DPMPTSP Naker Kabupaten Rembang, Mugi Nugroho, menyatakan bahwa hingga saat ini Pemkab Rembang belum melakukan rapat dengan dewan pengupahan terkait usulan UMK 2022.

“Kita sampai detik ini belum ada rapat dewan pengupahan,” ujar Irwan, dikutip dari laman Internet resmi Pemprov Jateng, Kamis (18/11/2021).

Terlebih, lanjutnya, usulan kenaikan UMK untuk Kabupaten Rembang yang tertulis dari informasi itu dirasa sangat tidak masuk akal.

Disampaikan, dalam pesan yang beredar, tertulis Kabupaten Rembang mengajukan usulan UMK sebesar Rp499.600. Jika ditambah dengan UMK Kabupaten Rembang saat ini Rp1.861.000, maka totalnya menjadi Rp2.310.600.

Baca juga: Batik Lasemku Dorong Rembang Jadi Kota Fesyen lewat Fashion Parade

“Saya bisa menjawab kalau itu hoaks, soalnya kenaikan tidak sebesar itu, ini akan bermasalah kalau sudah keluar,” tegasnya.

Irwan berpesan, jangan mudah mempercayai informasi yang beredar dari sumber yang tidak jelas.

“Pasalnya, informasi kenaikan UMK sangat sensitif dan rawan timbul masalah,” pungkasnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode