Beraksi Sejak 2019, Jaksa Gadungan di Malang Tipu Korban Rp2 Miliar

Komplotan jaksa gadungan yang beroperasi sejak 2019 di Malang berhasil diringkus polisi.
SHARE
Beraksi Sejak 2019, Jaksa Gadungan di Malang Tipu Korban Rp2 Miliar
SOLOPOS.COM - Petugas dari Polres Malang ketika menyerahkan tiga tersangka jaksa gadungan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (12/5/2022). ANTARA/HO-Humas Polres Malang

Solopos.com, MALANG — Tiga orang yang mengaku sebagai jaksa gadungan beserta barang bukti perkara penipuan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui aksi tipu-tipu yang dilakukan, tiga jaksa gadungan itu telah mendapatkan uang hasil penipuan senilai Rp2 miliar.

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, melalui Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny K, Bara’langi, mengatakan ketiga tersangka kasus jaksa gadungan itu diserahkan ke Kejari Madiun setelah berkas penyidikan P-21. Tiga jaksa gadungan itu dua orang perempuan berinisial FRA, 31, dan DTM, 31, serta seorang pria berinisial RP, 25.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Hari ini Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Malang telah melaksanakan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari,” kata Donny, Kamis (12/5/2022).

Donny menyampaikan dari hasil pemeriksaan para tersangka ini melakukan aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai kepala kejaksaan negeri dan staf kejaksaan. Kemudian mereka memberikan penawaran kepada korban berupa kendaraan hasil sitaan kejaksaan dengan harga murah.

Baca Juga: Tabrak Mobil dari Belakang, Siswa SD di Madiun Meninggal Dunia

Dengan pengakuan sebagai pegawai kejaksaan tersebut, lanjut dia, korban percaya dengan modus mereka, lalu menyerahkan sejumlah uang. Namun, korban hingga saat ini tidak pernah mendapatkan kendaraan tersebut.

“Sampai dengan sekarang korban tidak pernah menerima kendaraan tersebut, hingga akhirnya para korban mengetahui bahwa pelaku bukan seorang kajari atau pegawai kejaksaan,” katanya.

Aksi komplotan jaksa gadungan itu ternyata sudah melakukan penipuan sejak 2019. Dari tiga tersangka itu masing-masing memiliki peran tersendiri.

Seperti FRA mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang. Sedangkan DTM mengaku sebagai istri salah satu seorang jaksa dan RP berperan sebagai staf kejaksaan.

Baca Juga: Bejat! Pemuda di Tulungagung Cabuli Adik Iparnya Jelang Lebaran

Ketiga pelaku tersebut diamankan di sebuah hotel, wilayah Yogyakarta pada bulan Maret 2022. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Malang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dari hasil penyidikan, kami mendapatkan keterangan bahwa hasil penipuan itu lebih dari Rp2 miliar dan beberapa korbannya ada di Kabupaten Malang,” katanya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago