Benarkah Kualitas Tidur Pria Pengaruhi Kualitas Sperma?
Solopos.com|lifestyle

Benarkah Kualitas Tidur Pria Pengaruhi Kualitas Sperma?

Ada beberapa teori yang masuk akal untuk menjelaskan kaitan kualitas tidur dan kualitas sperma.

Solopos.com, SOLO–Kaum pria perlu memperhatikan kualitas tidur mereka untuk menjaga kualitas sperma yang ujung-ujungnya berpengaruh terhadap tingkat kesuburan juga. Benarkah demikian?

Tips kesehatan kali ini mengulas kesehatan reproduksi pria.  Faktanya, kualitas tidur memang berhubungan erat dengan kualitas sperma pria.

Berdasarkan dua penelitian berbeda, pria kurang tidur kualitas spermanya berkurang dengan lebih sedikit “kloter” sperma yang terbentuk sempurna jika dibandingkan dengan kelompok pria yang mendapatkan cukup tidur  kurang lebih 7-8 jam per malam. Sperma milik pria yang suka begadang juga ditemukan berumur lebih pendek dari milik pria yang cukup tidur 8 jam setiap hari.

Baca Juga: Benarkah Pemakaian Smartphone Terlalu Sering Bisa Picu Obesitas?

Kedua studi yang satu dari Harbin Medical University di China awal 2017 lalu dan lainnya dari University of Southern Denmark pada 2013, hanya menemukan keterkaitan kualitas tidur dengan kualitas sperma yang memburuk dan bukannya hubungan sebab-akibat langsung. Namun, ada beberapa teori yang masuk akal untuk menjelaskan kaitan kualitas tidur dan kualitas sperma.

Tim peneliti dari Harbin Medical University menduga bahwa kualitas tidur pria yang buruk misal punya kebiasaan tidur larut malam dan kurangnya waktu tidur dapat memicu peningkatan antibodi anti-sperma (ASA) yang dapat merusak kualitas sperma sehat.

Mengutip laman hellosehat.com, Jumat (11/6/2021), antibodi anti-sperma adalah protein yang diproduksi oleh sistem imun tubuh. Ini bukanlah penyebab mutlak dari ketidaksuburan pria, tapi efeknya jelas yaitu semakin besar respons sistem imun tubuh Anda melepaskan antibodi ini, semakin kecil kemungkinan kehamilan akan terjadi. Dengan kata lain, tubuh Anda melacak bagian dari fungsi reproduksi ini sebagai musuh dan mengirim sel pembunuh “alami” yang mengandung antibodi anti-sperma untuk menyerang balik.

Baca Juga: Waduh! McDonald’s Vietnam Salah Pasang Foto EXO di BTS Meal

“Ada kemungkinan bahwa durasi dan kualitas tidur pria yang buruk dapat berkontribusi pada gaya hidup tidak sehat, penurunan libido (gairah seksual), dan penurunan performa seks,” ucap dr. Atika dari Klikdokter.com, Jumat (11/6/2021).

“Akan tetapi, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikannya,” tegasnya.

Antibodi anti-sperma bekerja dengan cara menghalangi pergerakan sperma, mempersulit sperma untuk melakukan pembuahan, dan menghambat implantasi embrio. Oleh karena itu, sperma dari pria yang punya jumlah antibodi sperma tinggi akan sulit untuk mencapai telur, dan/atau menyuburkan sel telur, mungkin menyebabkan ketidaksuburan. Antibodi anti-sperma juga bisa merusak sperma yang bertahan, dan ini bisa menyebabkan keguguran.

Menariknya, penelitian dari China ini juga menemukan bahwa tidur berkualitas selama lebih dari sembilan jam juga memicu produksi antibodi antisperma yang berlebihan, sama seperti halnya tidur malam hanya selama enam jam atau bahkan kurang. Hal ini kemudian dapat membuat kualitas sperma menurun.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago