Belum Ada Desa Ramah Anak di Karanganyar, Jatipuro Bakal Jadi yang Pertama

Belum ada desa ramah anak dan perempuan di Karanganyar. Namun, Desa Jatipurwo di Kecamatan Jatipuro berencana mendeklarasikan sebagai desa ramah anak dan perempuan dalam waktu dekat.
Belum Ada Desa Ramah Anak di Karanganyar, Jatipuro Bakal Jadi yang Pertama
SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak anak-anak bernyanyi dan membagikan bingkisan setelah meresmikan taman ramah anak di sebelah barat kantor Setda Kabupaten Karanganyar pada Selasa (14/3/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA) di Karanganyar masih belum terbentuk hingga saat ini. Meskipun begitu, ditargetkan dalam waktu dekat satu desa di Jatipuro, Karanganyar akan menjadi salah satu yang mengawali terbentuknya desa ramah anak dan perempuan di Bumi Intan Pari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Karanganyar, Agam Bintoro, mengatakan belum adanya satu pun desa ramah anak dan perempuan lantaran proses perencanaan yang berat dan perlu memenuhi berbagai syarat penting. Namun, dia mengatakan sudah ada satu desa di Jatipuro yang akan berencana mendeklarasikan diri sebagai desa ramah anak.

“Desa Jatipurwo di Kecamatan Jatipuro itu kemarin sudah pelatihan dan mengarah untuk menuju desa ramah anak dan perempuan. Tapi untuk saat ini memang belum ada yang sudah deklarasi. Masih akan. Karena memang berat mulai prosesnya dan persyaratan yang harus dipenuhi,” ucap dia kepada Solopos.com, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga: Kembalikan Ekosistem, Ribuan Benih ikan Ditebar di Sejumlah Sungai di Karanganyar

Faktor yang dinilai berat untuk dipenuhi antara lain pemenuhan lima klaster utama. Hal itu seperti masalah hak dan kebebasan anak, permasalahan keluarga dan pengasuhan alternatif, menjamin hak pendidikan anak, menjamin hak kesehatan dan hidup anak, serta perlindungan anak difabel. Sehingga, Pemkab Karanganyar lebih memilih untuk berproses secara bertahap dan lebih mengutamakan KLA terlebih dulu.

“Harus dilihat juga untuk memenuhi lima faktor itu perlu stakeholder yang banyak dan melihat bujet pendanaan desa itu ada atau tidak. Soalnya harus membuat forum anak desa juga. Selain itu, sisi pendampingan juga dengan tenaga kami yang terbatas menjadi kendala,” imbuh dia.

Percontohan

Meskipun begitu, apabila nantinya Desa Jatipurwo berhasil mendeklarasikan sebagai desa ramah anak dan perempuan, desa tersebut akan menjadi desa percontohan untuk desa lain yang juga ingin membentuk desa ramah anak.

Baca Juga: Tak Sengaja Kirim Chat Kasar ke Grup Kelas, Bocah SD di Mojogedang Ditampol Bapak Temannya

DP3AKB Karanganyar mengaku siap mendampingi desa yang merasa mampu untuk membentuk desa ramah anak dan perempuan.

“Nanti desa itu akan menjadi contoh kalau berhasil. Desa lain silakan melihat bagaimana dan apa yang harus dipenuhi ketika nanti sudah deklarasi dan mendapatkan pendampingan dari kami,” beber dia.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago