top ear
Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. (Solopos/Dok)
  • SOLOPOS.COM
    Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. (Solopos/Dok)

Belasan Wartawan Walkout Saat Konferensi Pers di Keraton Solo, Ada Apa?

Belasan jurnalis Kota Solo walkout dari konferensi pers yang diselenggarakan Keraton Solo dan dihadiri Raja PB XIII Hangabehi.
Diterbitkan Rabu, 23/09/2020 - 18:04 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Belasan jurnalis dari berbagai media Kota Solo walk out saat konferensi pers di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9/2020) siang.

Konferensi pers bersama SISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi itu sedianya mengonfirmasi ihwal Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 330K/Pdt/2020 tanggal 27 Februari 2020.

Dalam konferensi pers itu, kuasa hukum PB XIII, KPAA Ferry Firman Nurwahyu, menuding wartawan yang hadir dalam jumpa pers tersebut meninggalkan prinsip cover both side atau menampilkan dua sisi saat memberitakan tentang Keraton Solo dan PB XIII.

Kisah Tenaga Kesehatan Sragen: Sembuh dari Covid-19, Tapi Perjuangan Belum Berakhir…

Menurut Ferry, ada 13 media cetak dan digital yang tidak pernah meminta konfirmasi kepada perwakilan Keraton Solo. “Ada 13 media cetak maupun online memberitakan Keraton Surakarta secara tidak benar. Hanya menulis pernyataan dari Lembaga Dewan Adat [LDA] KP Eddy Wirabhumi. Saya juga tidak tahu maksud dan tujuannya apa,” ucapnya.

Kendati begitu, Ferry tidak menyebut secara spesifik pemberitaan apa yang ia maksud. Namun dari materi presentasi pada konferensi pers itu, berita yang ia maksud terkait kegiatan pasar malam yang urung digelar di Alun-alun Kidul Keraton Solo.

Mengajukan Somasi

Penyelenggara mencatut logo Keraton, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Polresta Solo, dan Kodam IV/Diponegoro. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membatalkan kegiatan tersebut lantaran tengah pandemi Covid-19.

KP Eddy Wirabhumi: Solo Kondusif Berkat Peran Aparat, PSHT, dan Media

“Sinuhun akan mengajukan somasi terhadap media-media ini kemudian meminta untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi atas pemberitaan yang merugikan PB XIII,” ucapnya.

Awak pewarta kemudian berangsur-angsur meninggalkan ruang konferensi pers Keraton Solo itu saat Ferry masih berbicara. Sejumlah abdi dalem sempat berusaha mencegah dan meminta wartawan menunggu sampai acara selesai. Namun upaya itu gagal.

Aksi Hitamkan Solo Batal, Danrem Warastratama: Kami Tetap Siaga!

Wartawan Jateng Pos, Wijayanti, mengaku selalu berupaya menghubungi perwakilan PB XIII guna mengonfirmasi terkait berita apapun mengenai Keraton Solo. Namun, upaya konfirmasi tak pernah mendapatkan tanggapan.

“Selama ini kami selalu berusaha menghubungi pihak Keraton untuk konfirmasi, tapi tidak dapat tanggapan,” katanya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini