Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Tugu PSHT dan PSHW berdampingan. (Twitter @22Indonesia)
Espos Plus Jatim

Belajar di Jawa sampai Sumatra, Eyang Suro Lahirkan Pencak Silat Setia Hati

Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo atau Eyang Suro melahirkan pencak silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) yang diramu dari menimba ilmu pencak di Jawa sampai Sumatra selama bertahun-tahun.

Solopos.com, MADIUN — Bernama lahir Muhammad Masdan, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo melahirkan pencak silat Setia Hati yang diramu dari menimba ilmu pencak di Jawa sampai Sumatra. Eyang Suro, panggilan akrabnya, menempa kemampuannya di Bumi Parahiyangan dan Andalas selama bertahun-tahun.

Dari situ, lahirlah perkumpulan bernama Sedulur Tunggal Kecer, sedangkan pencak silatnya bernama Joyo Gendelo Tjipto Muljo pada 1903. Sekitar 14 tahun kemudian pada 1917, Eyang Suro mengganti nama perguruan itu menjadi Persaudaraan Setia Hati (PSH) di Desa Winongo, Madiun, Jawa Timur.

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode