Begini Indahnya Pemandangan dari Menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Menara Masjid Al Aqsha Klaten dibuka untuk umum tahun ini.
Begini Indahnya Pemandangan dari Menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten
SOLOPOS.COM - Pemandangan Masjid Agung Al Aqsha dan kawasan kota Klaten dari gardu pandang menara masjid tersebut, Jumat (3/1/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten Sri Mulyani memastikan menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten ddibuka untuk umum tahun ini. Di gardu pandang menara, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kabupaten Bersinar dari ketinggian.

“Setelah bangunan diserahkan pelaksana proyek ke pemkab dan semua administrasi sudah sesuai, nanti dikaji bersama untuk dibuka untuk umum,” kata Sri Mulyani, saat ditemui wartawan seusai mengunjungi menara tersebut, Jumat (3/1/2019).

Mulyani memastikan menara dibuka untuk umum mulai tahun ini seiring rampungnya proyek pembangunan menara itu pada 2019. Hanya, kepastian waktu pembukaan menunggu hasil kajian sembari menyiapkan petugas kebersihan dan keamanan menara.

“Tetap harus ada yang mengendalikan, ada pengawasan takutnya ketika ada anak-anak tanpa pengawasan bisa rawan. Jadi, setelah semua administrasi selesai, kami siapkan petugas kebersihan dan menjaga keluar-masuk pengunjung ke lift,” jelas dia.

Mulyani menjelaskan secara umum sejumlah fasilitas di kawasan menara sudah bisa difungsikan. Lift menuju gardu pandang sudah berfungsi. Di dekat menara sudah dibangun toilet. Hanya, ada sejumlah kerusakan pada interior menara.

Sebagian plafon jebol di atas anak tangga pintu masuk serta lobi menara. Pemasangan plafon itu menjadi bagian dari kelanjutan proyek pembangunan menara pada 2019. Di lantai dua, ada satu kaca jendela pecah.

“Ya memang karena cuaca yang sangat ekstrem beberapa waktu lalu ada angin kencang. Saya sudah komunikasi dengan rekanan dan sanggup membenahi sejumlah kerusakan,” kata dia.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, mengatakan perbaikan plafon jebol masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek yakni CV Wahyu Kembar Abadi.

“Kontraktor masih memiliki tanggung jawab masa pemeliharaan selama satu tahun. Jadi, perbaikan kerusakan nanti menjadi tanggung jawab kontraktor,” kata Pramana.

Baca pula: Umbul Ponggok Klaten Morat-Marit Diterjang Puting Beliung

Untuk diketahui, total ketinggian menara 66,66 meter. Gardu pandang berada pada ketinggian 35 meter. Pemandangan Klaten bisa dilihat melalui gardu pandang yang sudah dilengkapi kaca.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago