top ear
Anggota Komisi II DPRD Klaten dan DPKPP Klaten melihat pengembangan padi Rajalele Srinuk di lahan demplot Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Selasa (17/11/2020). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)
  • SOLOPOS.COM
    Anggota Komisi II DPRD Klaten dan DPKPP Klaten melihat pengembangan padi Rajalele Srinuk di lahan demplot Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Selasa (17/11/2020). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Begini DPKPP Klaten Petakan Produktivitas Rajalele Srinuk

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan atau DPKPP Klaten memetakan hasil produkvitas varietas padi Rajalele Srinuk di lahan demplot.
Diterbitkan Jumat, 5/03/2021 - 02:30 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten memetakan hasil produkvitas varietas padi Rajalele Srinuk. Pemetaan DPKPP Klaten itu dilakukan penanaman di lahan demontration plot atau demplot yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Klaten.

Hingga kini, hasil produkvitas padi hasil pengembangan Pemkab Klaten dan Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) itu dinilai layak menjadi varietas unggul nasional. Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti, mengatakan luas lahan demplot atau lahan uji coba penanaman Rajalele Srinuk itu seluas 168 ha.

Lahan demplot untuk memetakan produkvitas Rajalele Srinuk tersebar di 26 kecamatan di Klaten. Perluasan lahan demplot itu dilakukan setelah lolos sidang dan direkomendasikan dilepas oleh Kementan dan dilakukan perbanyakan benih.

Baca Juga: Peluang Bisnis Tanaman Hias di Mal Terbuka

Selain untuk melihat hasil produktivitas di lahan berbeda, perluasan demplot itu untuk mengenalkan Rajalele Srinuk ke warga Kabupaten Bersinar. Varietas itu digadang-gadang menjadi ikon Klaten.

“Paling tidak ini dikenal dulu oleh masyarakat karena banyak yang belum tahu. Warga itu tahunya rajelele masa panen panjang sekitar lima bulan. Untuk varietas ini bisa tiga kali panen dalam setahun,” kata Widiyanti saat ditemui di Desa/Kecamatan Delanggu, Minggu (28/2/2021).

Masih Dipetakan

Soal produktivitas Rajalele Srinuk di berbagai lokasi, Widiyanti mengatakan DPKPP masih melakukan pendataan. Pasalnya, lahan-lahan demplot saat ini baru mulai memasuki masa panen.

Baca Juga: Ini 7 Tips Fengsui Rumah di Tahun Kerbau Logam 2021

Namun, dari hasil pantauan sementara, produktivitas tanaman yang sudah memasuki masa panen berkisar 6-7 ton gabah kering giling per hektare. “Kami belum berani memberi kesimpulan cocok ditanam di lahan mana karena sebagian masih proses panen. Tetapi dari hasil produktivitas yang sudah panen, itu sudah sejajar dengan produktivitas varietas unggul nasional,” jelas dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Suryo Banendro, saat membacakan sambutan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap luas tanam varietas padi Rajalele Srinuk bisa terus diperluas.

“Varietas itu bisa dikembangkan dan menjadi bagian dari kedaulatan pangan Jateng,” kata Suryo.

Rajalele Srinuk dan Srinar :
·         Pemkab Klaten bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan varietas baru padi rajalele pada 2013,

·         Tujuan pengembangan untuk mempersingkat umur panen dan memendekkan postur tanaman yang menjadi beberapa penyebab petani enggan menanam rajalele,

·         Pengembangan varietas memanfaatkan teknologi nuklir melalui metode mutasi genetik,

·         Diperoleh calon varietas yang memiliki umur panen lebih singkat dan postur tanaman lebih pendek dibandingkan rajalele indukan. Dari umur panen 155 hari menjadi 110 hari. Sementara, ketinggian batang tanaman dari 160 sentimeter menjadi sekitar 115 sentimeter,

·         Sebanyak dua calon varietas rajalele yakni Srinuk dan Srinar akhirnya lolos sidang pelepasan varietas pada 27 Juni 2019,

·         Pada 22 Oktober 2019 varietas Srinar dan Srinuk diluncurkan,

·         Pada 2020, penanaman varietas Rajalele Srinuk diperluas ke sekitar 168 ha lahan di Klaten,

·         Nama Srinar diambil dari kata Sri asal kata Dewi Sri (dewi kesuburan dan pertaian) dan Bersinar yang merupakan slogan Kalten Bersinar,

·         Srinuk berasal dari kata Dewi Sri dan Inuk atau berarti sangat enak. Inuk juga bisa diartikan Inovasi Nuklir Klaten.

Sumber : wawancara (tau)

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya