Beda Data Korban Perahu Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro

BPBD Bojonegoro menyebut 11 penumpang selamat dan 7 penumpang belum ditemukan sedangkan SAR Surabaya menyebut data berbeda, yakni 12 penumpang selamat dan 6 penumpang belum ditemukan.
SHARE
Beda Data Korban Perahu Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro
SOLOPOS.COM - Lokasi insiden perahu terbalik di Sungai Bengawan Solo, Desa Semambung Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. (Antara)

Solopos.com, BOJONEGORO — BPBD Kabupaten Bojonegoro meminta masyarakat menghubungi BPBD Crisis Center di lokasi kejadian atau menghubungi nomor 0852 3227 8988 apabila ada anggota keluarga menumpang perahu penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (3/11/2021) pukul 09.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto, menyampaikan identifikasi sementara hingga pukul 18.07 WIB. Dia menyebut 18 orang menumpang perahu penyeberangan tersebut pada Rabu. Jumlah itu berbeda dengan informasi awal menyebutkan 23 orang menumpang perahu tersebut.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Baca Juga : Perahu Penyeberangan Tuban-Bojonegoro Tenggelam di Bengawan Solo

Dari 18 penumpang, sebanyak 11 penumpang di antara ditemukan selamat. Jumlah itu termasuk 3 anak bawah lima tahun atau balita. Sebanyak tiga penumpang anak balita itu masing-masing berusia 3 tahun dan 4 tahun. “Untuk sementara identifikasi ada 18 penumpang dalam perahu itu. Sebanyak 11 di antara ditemukan selamat. Sisa 7 penumpang yang belum ditemukan,” kata Ardhian seperti dilansir dari Antara, Rabu.

Saat ini, lanjut dia, tim kebencanaan BPBD Bojonegoro, sukarelawan, TNI/Polri berupaya mencari korban lain yang belum ditemukan. “Kami bersama tim penyelamat lainnya masih terus melakukan pencarian korban perahu.”

Di sisi lain, BPBD Jawa Timur (Jatim) mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) membantu pencarian korban hilang akibat kecelakaan perahu penyeberangan dari Tuban-Bojonegoro di sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Semambung, Kabupaten Bojonegoro. “Tujuh orang dalam satu tim langsung bergerak ke lokasi dilengkapi dua unit perahu karet dan tiga set alat selam,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Budi Santosa.

Baca Juga : Perahu Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro, 2 Anak Balita Selamat

Data Versi SAR Surabaya

Kepala Kantor SAR Surabaya, Hari Adi Purnomo, seperti dilansir Antara, menyatakan 12 orang penumpang selamat. Sebanyak 12 penumpang selamat itu Mujianto, 30, asal Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Arif Dwi Setiawan, 39, asal Tuban, Budi, 24, asal Tuban, Nofi Andi Susanto, 29, asal Tuban, Tasmiatun Nikmah, 33, asal Tuban, Abdul Hadi, 9, asal Tuban, Abdulloh Yantim, 3, asal Tuban, Matsarmuji, 56, asal Tuban.

Sebanyak empat korban selamat lainnya tercatat warga Bojonegoro, yakni Aab, Hafid, Adin, dan pengemudi perahu Mardiani. “Dengan begitu tersisa enam orang penumpang yang masih dinyatakan hilang dan sedang dalam proses pencarian. Tim SAR ke lokasi pukul 11.30 WIB. Proses pencarian menggunakan peralatan lengkap, seperti rescue carrier vehicle, water rescue, dan masing-masing personel dilengkapi alat komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga : Petani Gresik Undang 70 Penembak Jitu, Beri Misi Basmi Hama Tikus

Sementara itu, salah seorang warga yang tinggal di tepi sungai Bengawan Solo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Nur, menyampaikan penyelamatan korban sebelum personel gabungan datang dilakukan penambang pasir bersama warga. Upaya penyelamatan berlangsung dramatis. “Setelah perahu itu tenggelam, saya berteriak meminta tolong. Kan memang di sini banyak orang berkerja,” terang Nur.

Para penambang pasir bergegas mengambil perahu untuk menolong korban yang posisinya masih mengapung terbawa arus sungai. “Yang selamat itu tadi ada 10 orang. Itu 8 orang dibawa ke Rengel dan 2 orang dibawa ke Bojonegoro. Tadi langsung ada tiga perahu ikut menyelamatkan,” tutur dia.

Baca Juga : Pohon Angsana 15 Meter Roboh Timpa Rumah Warga Madiun

Salah satu penumpang selamat dari perahu penyeberangan yang karam, Noviandi, 30, menuturkan dirinya sempat menyelamatkan seorang balita yang ikut terseret arus sungai Bengawan Solo. Dia tercatat sebagai warga Sidorejo, Kota Tuban. “Saya tadi berusaha tetap tenang dan berenang ikut arus. Saat itu ada anak kecil yang saya tarik,” kata Noviandi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago