Beda Aplikasi Jadi Pemicu Data Vaksin Daerah dan Pusat Berbeda

Di daerah input data vaksin setelah vaksinasi ke aplikasi Pcare, pemerintah pusat melihat data ketersediaan vaksin melalui aplkasi Smile.
Beda Aplikasi Jadi Pemicu Data Vaksin Daerah dan Pusat Berbeda

Solopos.com, PURWODADI – Data ketersediaan vaksin antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak sama. Sehingga banyak daerah di Jawa Tengah (Jateng) yang kehabisan vaksin dan namun data pemerintah pusat menunjukan stok vaksin masih banyak.

Hal ini terungkap ketika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Kunjungan Ganjar pada Selasa (3/8/2021) itu karena adanya keluhan stok vaksin di Grobogan menipis.

Saat di Desa Wolo, Ganjar menjumpai semua data penyuntikan vaksin diinput secara langsung melalui aplikasi Pcare. Baru setelah itu, data vaksinasi diinput melalui aplikasi Smile.

“Lha kenapa tidak langsung ke Smile pak, pusat melihatnya pakai itu [aplikasi Smile],” kata Ganjar ke petugas vaksinasi.

Baca juga: Hari Ini Tambah 4.331, Kasus Covid-19 di Jateng Terbanyak Nasional

Kondisi ini yang membuat data vaksin yang dimiliki pemerintah pusat melalui aplikasi Smile menunjukkan daerah-daerah itu masih memiliki stok vaksin cukup banyak. Ternyata, data di aplikasi Smile tidak sesuai seperti di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo menjelaskan bahwa input data ke aplikasi Smile membutuhkan waktu yang lama. Sehingga data vaksinasi setelah direkap diinput ke aplikasi Pcare baru ke Smile.

“Input ke aplikasi Smile itu butuh waktu lama. Kita tiap hari kalau vaksinasi sudah langsung input data vaksin ke aplikasi Pcare,” jelasnya.

Baca juga: Catat, Nakes di Jateng Terima Vaksin Booster Pekan Ini

Data Vaksin
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/8/2021). (Solopos.com-Pemkab Grobogan)

Ketidaksesuaian Data Vaksin

Ganjar mendapat gambaran, bahwa sebenarnya ada ketidakcocokan data antara pemerintah pusat dengan daerah. Pemerintah pusat melihat stok masih banyak, karena melihat aplikasi Smile.

“Saya sampaikan ke pusat, hampir seluruh kabupaten protes. Lho kami sudah menyuntikkan [vaksin] banyak, dan sudah habis. Kok datanya seolah-olah kami masih nyimpan stok. Ini bu Bupati Grobogan juga komplain, makanya langsung saya cek,” katanya.

Menurut Ganjar ada yang perlu dikoreksi dalam penggunaan aplikasi input data vaksin. Pertama Pcare, yakni aplikasi yang digunakan untuk menginput langsung data setelah orang divaksin.

“Ini (Pcare) sebenarnya adalah data paling riil. Sementara pusat yang dipakai acuan data dari aplikasi Smile. Ternyata butuh waktu lama untuk mengisi ke aplikasi Smile. Nah kalau belum diinput di Smile, maka dibaca stok di daerah masih banyak,” jelas Ganjar.

Baca juga: Terapkan PPKM Level 3, Penyekat Jalan ke Pusat Kota Kudus Dibuka

Untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar mengusulkan agar ada integrasi data vaksin. Ganjar meminta pemerintah pusat untuk juga melihat proses vaksinasi di aplikasi Pcare.

Selain meninjau vaksinasi di Desa Wolo, Gubernur Ganjar juga meninjau Pasar Nglejok, Purwodadi. Namun kedatangan Ganjar yang hendak mengajak pedagang untuk taat protokol kesehatan malah memicu kerumunan. Banyak pedagang dan pembeli yang ingin mengabadikan kedatangan Gubernur Jateng itu.

“Bubar-bubar, jangan ngumpul-ngumpul, mbalek ning dagangane dewe-dewe. Ojo berkerumun,” ujar Ganjar.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga mengingatkan agar para pedagang senantiasa menjaga jarak, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer. Ganjar juga menyempatkan diri mengetes pemahaman pedagang tentang Covid-19. (Arif Fajar Setiadi)

 

 

 

 


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago