top ear
Mendikbud Nadiem Makarim. (Okezone)
  • SOLOPOS.COM
    Mendikbud Nadiem Makarim. (Okezone)

Bayar Sekolah Pakai Gopay, Nadiem Makarim Bilang Bukan Urusan Kemendikbud

Sudah ada 180 lembaga pendidikan tergabung dengan metode pembayaran GoPay.
Diterbitkan Rabu, 19/02/2020 - 22:13 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini masyarakat dikejutkan inovasi perusahaan aplikator ojek online Gojek. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa membayar sekolah dengan menggunakan fitur e-wallet Gopay. Bahkan, sudah ada 180 lembaga pendidikan yang memanfaatkan fitur layanan tersebut.

Ketika disinggung mengenai hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang juga mantan CEO Gojek mengelak. Dia mengatakan bahwa itu bukan lagi urusan Kemendikbud.

Dia justru mempertanyakan kembali kenapa tidak ditanyakan langsung kepada CEO Gopay, Aldi Haryopratomo. Sebagai catatan, baik Nadiem maupun Aldi dihadirkan dalam program Mata Najwa edisi Rabu (19/2/2020)

Soal Warung Karaoke di Kemukus Sragen, Warga Masih Pro dan Kontra

"Itu enggak ada urusannya sama Kemendikbud sama sekali. Sekolah swasta kan punya kewenangan sendiri. Bukan urusan Kemendikbud," jelas Nadiem di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (19/2/2020).

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse, mengatakan saat ini ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang menggunakan GoPay untuk pembayaran.

Final Piala Gubernur Jatim: Suporter Persija Dilarang ke Stadion

“Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir di sekolah. Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran,” terang Arno Tse yang dilansir Liputan6.com, Senin (17/2/2020).

Salah satu sekolah yang memanfaatkan layanan ini adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Kronologi Siswi SMP Disekap dan Dipaksa Threesome Pasutri di Brebes 10 Hari

Dikutip Solopos.com dari Detik.com, Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, Miftahul Arief, mengonfirmasi hal tersebut. Miftahul Arief mengatakan salah satu alasan menggunakan GoPay untuk pembayaran SPP adalah untuk menyesuaikan era digital.

“Kami menyesuaikan era, karena mindset orang tua sekarang adalah serba cepat dan instan. Ojek saja bisa bayar online, kenapa pendidikan tidak?” ujarnya.

Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait