;

Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri secara tegas berupaya mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak.
SHARE
Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri secara tegas berupaya mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak. Apabila terdapat hewan ternak yang ditengarai bergejala PMK dan nekat diniagakan, pemiliknya bakal di-blacklist alias dimasukkan ke daftar hitam.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo atau akrab disapa Jekek, mengatakan telah mengundang Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri membahas kasus PMK pada ternak dan hepatitis akut pada anak. Pertemuan tersebut tak lain guna membahas langkah mitigasi.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Pada kasus PMK, pengecekan kesehatan hewan ternak yang banyak diniagakan di pasar-pasar hewan jamak dilakukan. Selama pekan kedua pada bulan Mei, dari 1.415 ekor hewan yang dicek kesehatannya di tiga tempat berbeda, tak terdapat satu pun yang memiliki gejala PMK. Tiga tempat tersebut antara lain Pasar Hewan Wuryantoro, Purwantoro, dan Pracimantoro.

Selain pengecekan, berdasar arahan Jekek, petugas dari Dislapernak diminta mengedukasi sekaligus mengingatkan kepada para pedagang atau peternak untuk memperhatikan kondisi klinis sapi sebelum diniagakan.

“Sampai ada yang membawa sapi dengan kondisi klinis yang buruk, maka pasar hewannya akan ditutup. Selain itu, peternak tersebut juga bakal di-blacklist [masuk daftar hitam],” terang Jekek saat ditemui Solopos.com, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Temukan Kasus PMK, Masyarakat Wonogiri Bisa Melapor ke Polisi

Ekspedisi Energi 2022

Lebih lanjut ia menjelaskan, kebijakan itu dilakukan agar masing-masing peternak mengemban tanggung jawab ekonomi. Sehingga tak hanya lalu lintas hewan ternak saja yang mesti diatur, tetapi juga aktivitas ekonominya.

Sebelumnya, Kepala Dislapernak Wonogiri, Sutardi, menyampaikan bakal terus mengecek hewan ternak milik warga di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi persebaran wabah PMK.

“Pengecekan tak hanya di pasar-pasar hewan saja, melainkan juga ke rumah-rumah peternak secara langsung,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago