[ X ] CLOSE

Bawa Batuan dari Bulan, China Buktikan Lava Usia Miliaran Tahun

Bebatuan di bulan diboyong misi penerbangan tanpa awak China untuk pembuktian usia lava miliaran tahun.
Bawa Batuan dari Bulan, China Buktikan Lava Usia Miliaran Tahun
SOLOPOS.COM - Fenomena bulan biru Blue Moon terlihat di langit Lombok, Mataram, NTB, Minggu (22/8/2021). (Antara/Ahmad Subaidi)

Solopos.com, JAKARTA –  Penelitian mengenai apa yang terjadi di bulan selalu membuat penasaran. Ada bukti baru, letusan gunung di sana ditarik kesimpulan ada lava mengalir di permukaan sekitar 1,97 miliar tahun yang lalu.

Sebagaimana dilansir Detik.com, Selasa (12/10/2021), bukti tersebut telah dibawa tim antariksa China melalui pengumpulan oleh Badan Antariksa Nasional China.

Adalah Chang’e-5, sebuah misi tanpa awak mendarat di sisi terdekat bulan pada Desember 2020. Operasi itu mengawali pengambilan sampel berupa 1,7 kilogram batuan.

Baca Juga: Alga Bikinan Klaten Mendunia, Jadi Makanan Astronaut Rusia dan Amerika

Kini batuan itu telah dibawa ke bumi dan dipelajari oleh para peneliti dari China, Australia, Swedia dan Amerika Serikat.

Sampel bebatuan lava itu menjadi sampel pertama setelah misi Luna 24 Uni Soviet pada 1976 lalu.

Sementara penelitian terhadap bebatuan yang berhasil di bawa ke bumi tadi menggunakan analisis sampel dengan instrumen sensitive hig-resolution ion michroprobe atau SHRIMP di SHRIMP Center, Beijing, China.

Baca Juga: Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Chang’e-5 menemukan bukti dari letusan gunung api termuda di Bulan. Meskipun demikian, para ilmuan telah memprediksi batuan vulkanil pada usia muda di Bulan dari melihat jumlah kawah tumbukan di permukaan. Namun mereka belum memastikan hal itu sebelum ada pemeriksaan sampel.

Proses analisa sampel melalui penyortiran fragmen kecil basal atau batu vulkanik. Batu vulkanik itu dipilih kira-kira dua milimeter untuk dijadikan bahan penelitian.

Baca Juga: Nobel Fisika 2021 untuk Tiga Ilmuwan Peletak Dasar Kajian Iklim

Setelah itu, analisa bakal dilakukan di laboratorium sebagaimana teknik yang dikembangkan pada 1970-an untuk analisis sampel Apollo pertama.

Proses sortir berjalan cukup rumit. Peneliti butuh berkas partikel bermuatan yang terfokus mengeluarkan materian dari berbagai fase mineral dalam batuan. Lalu, baru mereka menganalisa material yang dikeluarkan.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago