Batu Raksasa di Permukiman Warga Paranggupito Berhasil Dipindah
Solopos.com|soloraya

Batu Raksasa di Permukiman Warga Paranggupito Berhasil Dipindah

Batu besar di Dusun Waruharjo, Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, membahayakan permukiman warga setempat berhasil dievakuasi

Solopos.com,WONOGIRI -- Batu berukuran cukup besar di Dusun Waruharjo, Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, yang terancam longsor dan membahayakan permukiman warga setempat berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dilakukam oleh anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Rabu (21/4/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan proses evakuasi batu besar itu dimulai pukul 11.30 WIB dan berlangsung selama 2,5 jam.

Baca juga: Pemudik ke Solo Bakal Dijemput Satgas Jaga Tangga Lalu Karantina

Alat yang digunakan untuk menurunkan batu yakni rantai besi. Tujuannya agar batu yang didorong atau dijatuhkan mengarah sesuai dengan lokasi yang diperhitungkan. Sehingga tidak jatuh ke permukiman warga.

"Batu besar yang mengancam permukiman warga sudah dapat tertangani dengan lancar dan berada di lokasi aman. Tidak ada permukiman yang terdampak. Sebelumnya batu itu dikhawatirkan mengenai dua rumah warga di bawahnya," kata dia kepada wartawan.

Baca juga: WGM Wonogiri Dirombak Mirip Guatape: Ada Bianglala - Infinity Pool

Ketika batu itu membahayakan, menurut dia, salah satu jalan yang bisa ditempuh yakni dengan menurunkan batu itu.

"Kalau dihancurkan di atas tidak bisa, sangat berisiko. Nah ini posisi sudah dibawah, baru nanti dihancurkan," ungkap dia.

Ia mengatakan, pada 15 April 2021 BPBD mendapat laporan dan langsung melaksanakan survei lokasi untuk penentuan langkah teknis. Pada saat itu pihaknya melakukan negosiasi dengan warga. Agar masyarakat bisa memahami jika rumah mereka terdampak karena penurunan batu bisa menerima tanpa mendapatkan ganti rugi dari pemerintah.

Baca juga: Wali Kota Gibran Diminta Larang Perdagangan Daging Anjing di Solo

Kronologi awal, kata Bambang, batu itu terancam longsor diduga dampak dari hujan intensitas sedang hingga lebat sejak bulan Maret hingga awal April 2021. Selain itu diduga juga dampak daei getaran gempa Malang beberapa waktu lalu. Sehingga memicu terjadinya longsor.

Ia mengatakan, panjang volume batu delapan meter dengan diameter sekitar tiga meter. Pergeseran awal batu telah mencapai sekitar lebih dari lima meter dari tempat awal. Sedangkan di bagian samping dan bawah tegakan terdapat dua pemukiman warga.

"Jarak terdekat batu dengan rumah sekitar lima meter. Ketinggian batu dengan pemukiman terdekat berkisar 10 meter. Sedangkan dengan pemukiman satunya ketinggian sekitar 20 meter dengan jarak pemukiman sepuluh meter," kata Bambang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago