[x] close
top ear
Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten bersama komunitas pecinta cagar udaya mengukur batu diduga cagar budaya di kawasan Watu Sigong, Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kamis (29/7).
  • SOLOPOS.COM
    Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten bersama komunitas pecinta cagar udaya mengukur batu diduga cagar budaya di kawasan Watu Sigong, Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kamis (29/7).

Batu Misterius Watu Sigong Klaten Mau Dijadikan Destinasi Wisata, Ini Gambarannya

Batu misterius Watu Sigong digadang menjadi destinasi wisata di Klaten.
Diterbitkan Sabtu, 1/08/2020 - 11:10 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Batu misterius Watu Sigong digadang menjadi destinasi wisata di Klaten. Watu Sigong adalah kumpulan batu yang terdiri atas 11 batu berbentuk mirip gong.

Belasan batu tersebut dianggap keramat lantaran ada warga pernah mendengar suara mirip gamelan dari kawasan batu itu berada. Watu Sigong berada di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten.

Sebanyak 11 batu yang dipahat halus tersebut saat ini hanya terserak pada gundukan tanah. Belasan batu itu berbentuk sama menyerupai gong dan berukuran seragam dengan masing-masing setinggi 35 sentimeter dan berdiameter 65 sentimeter.

Watu Sigong Klaten, Batu Misterius yang “Mainkan” Gamelan di Malam Hari

Di antara belasan batu itu, ada batu menyerupai bagian kemuncak (puncak atap candi) serta batu yang sekilas menyerupai tatakan saron. Batu yang menyerupai tatakan saron itu diperkirakan jaladwara (batu saluran air pada candi atau patirtan).

Sekretaris Desa Mranggen, Parsidi, saat ditemui Solopos.com di kawasan Watu Sigong, Kamis (29/7/20-20), mengatakan ada rencana untuk mengembangkan kawasan Watu Sigong sebagai potensi wisata.

Pengembangan wisata itu bisa dilakukan dengan membikin paket wisata bersama potensi alam lainnya yang ada di wilayah Mranggen.

Harga Emas Naik Lagi, Akankah Cetak Rekor Baru Lagi?

Destinasi Wisata Dilengkapi Kolam Renang

“Kalau memang bisa menjadi wisata nanti bisa menjadi satu paket yakni embung, Umbul Kroman, Sumber Gotan, serta Watu Sigong itu satu deretan. Dengan pengembangan itu kami berharap potensi yang ada di kampung sini terangkat,” kata Parsidi.

Dia menjelaskan rencana pengembangan wisata itu sebenarnya sudah dimulai. Sedianya, tahun ini ada pembangunan kolam renang di dekat embung dengan alokasi anggaran Rp90 juta.

Namun, pembangunan kolam renang itu ditunda lantaran ada pengalihan anggaran di keuangan desa untuk penanganan Covid-19.

Kabar Duka: Adik Bungsu Gus Dur, Gus Im, Meninggal Dimakamkan di Jombang

Pegiat Klaten Heritage Community, Hari Wahyudi, memperkirakan batu-batu andesit Watu Sigong di Klaten itu merupakan peninggalan pada era Mataram Kuno antara abad ke-9 dan ke-10. Hari menjelaskan hingga kini belum bisa dipastikan Watu Sigong merupakan bagian dari bangunan candi atau bangunan lainnya.

“Kami melakukan pencarian batu-batu lainnya di sekitar lokasi yang mungkin berkaitan Watu Sigong. Namun sampai sejauh ini kami belum menemukan,” urai dia.

Lebih lanjut, Hari berharap Watu Sigong di Klaten ini tetap dirawat oleh warga. Bebatuan itu bisa menjadi sumber edukasi terkait jejak peradaban Mataram Kuno di Kabupaten Klaten.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini