Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Baru Setengah Tahun Berdiri, Partai Ummat Sudah Dilanda Perpecahan

Mundurnya Neno Warisman dan Agung Mozin dari kepengurusan maupun sebagai kader mengungkap fakta adanya keretakan di internal Partai Ummat.
SHARE
Baru Setengah Tahun Berdiri, Partai Ummat Sudah Dilanda Perpecahan
SOLOPOS.COM - Agung Mozin dan Neno Warisman mengundurkan diri dari Partai Ummat. Agung mundur dengan alasan etis dan moral sedangkan Neno mundur beralasan ingin mengurus anak.

Solopos.com, JOGJA — Belum setahun berdiri, Partai Ummat yang dibesut Amien Rais sudah dilanda perpecahan.

Mundurnya Neno Warisman dan Agung Mozin dari kepengurusan maupun sebagai kader mengungkap fakta adanya keretakan di internal Partai Ummat.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Hal itu diakui Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Nazaruddin.

Baca Juga: Tanda Tanya Mundurnya Agung dan Neno Warisman, Ada Apa Partai Ummat? 

Ia menyebut saat ini terjadi dualisme kepemimpinan di sejumlah daerah yang berdampak pada konflik di kalangan elite partai tersebut.

Nazaruddin lalu memberikan penjelasan terkait mundurnya para kader di partainya itu.

Dualisme Kepengurusan

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang pilihan kedua kader utama Partai Ummat tersebut mundur.

“Ada hal-hal yang itu mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi dirinya begitu. Nah yang saya maksud ekspektasi ini bukan sesuatu yang sifat idealisme atau ideologis tapi adalah dirinya begitu,” kata Nazaruddin seperti dikutip Detik.com, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Partai Ummat Besutan Amien Rais Akan Dideklarasikan, Calon Ketumnya Ternyata… 

Mantan Ketua PAN DIY itu mengakui saat ini memang terjadi dualisme kepengurusan Partai Ummat di beberapa daerah.

“Yang kedua, di beberapa daerah itu memang terjadi dualisme kepengurusan. Kemudian kalau ada mundur, geser dan sebagainya itu bagian dari upaya penyelesaian dualisme-dualisme itu,” kata Nazaruddin.

Tak Bisa Aktif

Faktor ketiga, kata Nazaruddin, adalah sebab yang alami yakni kader partai yang ditunjuk di posisi tertentu sudah tidak bisa aktif lagi karena tidak punya waktu.

“Nah itu kan kemudian sebagian ada yang mengundurkan diri dan sebagian ada yang digantikan oleh yang lain,” sebutnya.

“Tetapi saya kira yang terjadi itu seperti itu dan itu jumlahnya tidak banyak,” lanjut Narazuddin.

Lalu apa alasan di balik mundurnya Agung Mozin dan Neno Warisman?

Nazaruddin enggan berkomentar banyak. Namun ia mau membeberkan sedikit alasan Neno Warisman.

Tak Mau Pusing

“Kalau Bu Neno itu yang disampaikan ke Majelis Syuro itu setahu saya kan yang bersangkutan mengatakan bahwa merasa tidak bisa aktif, tidak bisa fokus karena yang bersangkutan waktunya lebih banyak di Istanbul, Turki, karena salah satu anaknya tinggal di sana. Kan yang disampaikan suratnya seperti itu. Lah jangan dikarang-karang, jangan ditafsir-tafsirkan lagi,” sambungnya.

Nazaruddin mengaku tak mau dipusingkan dengan masalah mundurnya satu dua orang.

Baginya, hal itu masih dalam kategori wajar dalam sebuah partai politik.

“Saya kira kalau kemudian mayoritas orang mundur itu baru ada sesuatu. Kalau hanya satu dua mundur itu kan secara kelembagaan itu kan nggak ada masalah,” terangnya.

Dia menegaskan mundurnya beberapa kader itu sama sekali tidak mengganggu langkah-langkah yang disusun Partai Ummat.

“Adanya satu, dua kader yang mundur atau digeser dalam kepengurusan, tidak mengganggu persiapan kita menuju verifikasi KPU,” pungkasnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode