Baru Diresmikan, Terminal Jatipuro Karanganyar Kurang Representatif

Baru diresmikan Januari 2022 lalu oleh Bupati Karanganyar, Terminal Jatipuro dinilai kurang representatif sehingga butuh pembenahan.
SHARE
Baru Diresmikan, Terminal Jatipuro Karanganyar Kurang Representatif
SOLOPOS.COM - Terminal Jatipuro, Kabupaten Karanganyar diusulkan akan direvitalisasi di tahun anggaran ini. Foto diambil Selasa (17/5/2022). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kondisi Terminal Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dinilai kurang representatif. Diperlukan pembenahan untuk mempercantik terminal yang baru saja diresmikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada Januari lalu.

Dalam peresmian itu dibuka trayek baru bus AKAP Jatipuro-Jabodetabek dan Jatipuro-Bandung . Pembukaan trayek tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan angkutan bagi 25.000 warga perantau di wilayah 4 J, yakni Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan Jatiyoso.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Terminal Jatipuro masih perlu banyak pembenahan. Tempat untuk membeli tiket masih berupa bedeng,” kata Camat Jatipuro, Kusbiyantoro, Selasa (17/5/2022).

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Pihaknya berencana mengajukan anggaran untuk merevitalisasi Terminal Jatipuro di APBD Perubahan (APBD-P) 2022, serta APBD 2023. Revitalisasi menyentuh lokasi pemberhentian bus, loket tiket, ruang tunggu penumpang, dan toilet. Diperkirakan anggaran revitalisasi menelan biaya Rp600 jutaan.

“Kita ajukan dulu anggarannya di APBD Perubahan ini. Kalau memang tidak memungkinkan ya di APBD 2023,” katanya.

Baca Juga: Pemudik Pulang Bawa Duit Banyak, Camat Jatipuro: Kabeh Bakul Payu

Terminal Jatipuro dibangun di tanah milik pemerintah kecamatan. Terminal tersebut masih ketegori tipe C. Sejak dibukanya trayek rute Jabodetabek dan Bandung, kondisi terminal ramai pengunjung. Hal ini terpantau saat musim Lebaran lalu. Rata-rata selama arus Lebaran, ada ratusan penumpang yang tiba maupun diberangkatkan dari Terminal Jatipuro setiap harinya.

“Ada tiga kali pemberangkatan di terminal Jatipuro. Pagi siang dan sore. Sehari bisa 200-300 orang,” katanya.

Kusbiyantoro mengatakan penumpang merupakan perantau asal daerah 4J yang merantau di Jabodetabek dan Bandung. Harapannya dengan pembenahan nanti Terminal Jatipuro menjadi lebih representatif bagi penumpang. Penumpang mayoritas perantau ini nyaman saat tiba di Jatipuro.

“Para perantau ini kan sebagian besar pedagang. Mereka sekali pulang kampung bawa uang banyak. Minimal terminalnya nyaman bagi mereka,” katanya.

Baca Juga: Ini Kuliner Jatipuro Karanganyar yang akan Obati Kangen Pemudik

Petugas tiket PO Bus Laju Prima, PO Raya, dan PO Safari Dharma Raya, Andri Septiyanto, mendukung rencana pemerintah merevitalisasi Terminal Jatipuro. Sebab kondisinya masih sangat sederhana. Selain tidak ada ruang tunggu penumpang, juga loket tiket masih berupa bedeng.

“Mestinya dibangun ruang tunggu. Belum ada ruang tunggu yang nyaman bagi penumpang,” katanya.

Andri mengatakan penumpang jurusan Jabodetabek dan Bandung masih ramai meski Lebaran telah usai. “Arus balik masih stabil, belum ada penurunan. Rata-rata sehari ada 100 orang yang diberangkatkan,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago