Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Barongan, Kesenian Khas di Tiap Dusun di Kecamatan Juwangi Boyolali

Hampir di tiap dusun di Kecamatan Juwangi memiliki kelompok kesenian barongan dengan ciri khas masing-masing.
SHARE
Barongan, Kesenian Khas di Tiap Dusun di Kecamatan Juwangi Boyolali
SOLOPOS.COM - Warga Juwangi mengikuti kirab seni Barongan seusai mengikuti upacara, Rabu (17/8/2022). (Solopos.com/Nova Malinda)

Solopos.com, BOYOLALI–Kecamatan paling utara di Boyolali, Juwangi memiliki kesenian khas, yakni seni barongan.

Hampir di tiap dusun di Kecamatan Juwangi memiliki kelompok kesenian barongan dengan ciri khas masing-masing.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Melihat eksistensi kesenian tersebut, Camat Juwangi, Hari Haryanto berencana mengembangkan potensi kesenian barongan tersebut bersama masyarakat di Kecamatan Juwangi, Boyolali.

“Kami akan mengembangkan kesenian yang ada disini, sehingga kesenian lokal bisa terangkat, rakyat bisa meningkatkan perekonomian mereka, kemudian kesejahteraan tercapai, dengan semangat Boyolali Metal,” ujar dia saat ditemui Solopos.com di Kantor Kecamatan, Rabu (17/8/2022).

Rencananya, kesenian barongan dijadikan destinasi wisata seni oleh pihak Kecamatan.

“Harapan kami, bagaimana potensi kesenian yang luar biasa ini ke depan bisa diangkat sebagai daya tarik destinasi wisata seni di Boyolali utara, yang mungkin ke depan akan kami kemas menjadi pesta kirab budaya rakyat Juwangi,” ucapnya.

Hari mengatakan selama ini belum ada acara khusus seperti kirab untuk kesenian barongan. Meski demikian, seluruh kelompok tersebut selalu meramaikan acara peringatan hari kemerdekaan setiap tahunnya.

Ia menjelaskan sudah ada beberapa kelompok kesenian barongan di Kecamatan Juwangi yang memiliki izin resmi, salah satunya dari Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Kemudian, untuk contoh nama kelompok paguyuban seni barongan yang terdaftar resmi yakni Margopati.

“Paguyuban Margopati sudah resmi ada izin dari pemerintah. Margopati berdiri sudah lebih dari enam tahun. Bentuk keseniannya seperti topeng-topeng kesenian rakyat itu, mirip topeng ireng, tapi ada kemasan tersendiri,” ucap dia.

Sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Hari mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Juwangi yang luar biasa ketika mengikuti upacara.

“Memang ini sudah menjadi tradisi masyarakat. Setiap 17 Agustus, sebagai bentuk rasa syukur itu mereka turun ke jalan dengan berbagai atraksi seni barong yang mereka punya. Milik masing-masing dan itu atas kesadaran mereka sendiri untuk turun ke jalanan. Pada perayaan kemerdekaan kali ini, Juwangi mungkin macet total karena besarnya antusiasme masyarakat setelah dua tahun pandemi,” jelas dia.

Salah satu warga Dusun Sembung Desa Pilangrejo, Andi Anto menerangkan upacara HUT ke -77 RI dilakukan di lapangan Gebyok Kecamatan Juwangi.

Ia bersama kelompok kesenian barongannya juga hadir untuk memeriahkan acara kemerdekaan RI. Dirinya mengaku tidak membawa motor dan berjalan kaki bersama kelompok kesenian barongnya, Seto Rojo.

“Saya bersama kelompok berangkat pukul 07.30 WIB, kelompok kesenian barongan kami bernama Barong Seto Rojo. Kami sekelompok mengikuti upacara pengibaran bendera di lapangan Gebyok Kecamatan Juwangi,” ujar dia saat ditemui Solopos.com, Rabu (17/8/2022).

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode