Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.
SHARE
Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021
SOLOPOS.COM - Badan Pusat Statistik. (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen mempertanyakan jumlah sampel yang dipakai BPS dalam melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sragen hanya menggunakan 870 sampel rumah tangga dalam survei yang dilakukan pada Maret dan September 2021 itu. Padahal ada 339.065 rumah tangga di Kabupaten Sragen. Sementara Susenas itu sendiri bertujuan untuk menghitung angka kemiskinan di Sragen.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Litbang Sragen, Dwi Cahyani, mengaku pernah mempertanyakan jumlah sampel yang dianggap terlalu sedikit ke BPS.

Baca Juga: Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

“Hasil Susenas itu, salah satunya memunculkan angka kemiskinan di Sragen. Menurut BPS, sampel itu sudah cukup memotret Sragen, termasuk kemiskinan. Sampel itu pernah kami tanyakan ke BPS karena jumlah rumah tangga di Sragen itu lebih dari 250.000 rumah tangga, tetapi BPS berpendapat sampel itu sudah mewakili,” ujar Dwi.

Dalam Susesnas pada Maret 2021 lalu sampel yang diambil sebanyak 87 blok yang terdiri atas 870 rumah tangga. Pada Susenas September 2021 jumlah sampelnya lebih sedikit lagi.

Terpisah, Kepala BPS Sragen, menerangkan Susenas pada Maret digunakan salah satunya untuk mengestimasi kemiskinan makro sampai ke level kabupaten/kota. Sedangkan Susenas September hanya sampai level provinsi.

Baca Juga: Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Terkait dengan jumlah sampel yang dinilai sedikit, pegawai Fungsional Statistik Sosial BPS Sragen, Sendi Irawan, menjelaskan ada stratifikasi untuk meningkatkan aspek keterwakilan dalam sampel terpilih. Ini berdasarkan daerah perkotaan dan perdesaan.

Masing-masing strata itu selanjutnya dipilih dengan dua tahap. Tahap pertama diambil blok sensus secara PPS sampling atau probability proportional to size sampling. Tahap kedua mengambil rumah tangga secara systematic sampling.

“Sampel susenas ini dijadikan acuan dalam penentuan angk akemiskinan secara makro. Jumlah sampelnya memang benar 870 rumah tangga. Jadi alokasi di Kabupaten Sragen ini ada 87 blok sensus. Dari 87 blok sensus itu dipilih masing-masing 10 rumah tangga per blok sehingga total ada 870 rumah tangga. Sampel itu menyebar di 20 kecamatan,” jelasnya.

Baca Juga: Ketimpangan Pengeluaran dan Pengaruh Buta Huruf Terhadap Kemiskinan

Sendi mengatakan untuk pemilihan sampel dilakukan BPS pusat sehingga sudah diestimasi kecukupan sampelnya untuk masing-masing kabupaten. Dia mengakui secara umum kalau dipersentase dari jumlah penduduk di Sragen memang cukup kecil.

“Contohnya, satu rumah tangga itu terdiri atas 3-5 anggota dibagi total penduduk. Tetapi berapa sampel yang mewakili itu tidak bisa diukur persentasenya dari populasi karena hubungan jumlah sampel dengan jumlah populasi itu tidak linier,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago