Banjir dan Tanah Longsor Landa India, 76 Orang Meninggal

Hujan lebat di India beberapa hari terakhir menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir serta memakan korban 76 orang meninggal.
Banjir dan Tanah Longsor Landa India, 76 Orang Meninggal

Solopos.com, JAKARTA — Hujan lebat di India menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir serta memakan korban 76 orang meninggal. Serta hampir 90.000 orang dievakuasi.

Bahkan tim penyelamat di India masih terus menyisir lumpur dan puing-puing bangunan pada Sabtu (24/7/2021). Mereka mencari korban selamat dalam bencana tanah longsor dan banjir tersebut.

Diketahui hujan deras mengguyur pantai barat India dalam beberapa hari terakhir. Kejadian ini menyebabkan puluhan orang hilang di dekat ibu kota komersial Mumbai. Jugamemicu banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa di negara bagian Goa.

“Curah hujan di berbagai bagian negara bagian yang sering bertepatan dengan air pasang. Juga debit dari bendungan menyebabkan berbagai daerah menjadi tergenang,” kata pemerintah negara bagian Maharashtra dalam siaran persnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Filipina Tolak Pendatang dari Indonesia, Malaysia, & Thailand

Lebih dari separuh kematian terjadi di Raigad, selatan Mumbai, di mana tanah longsor mengubur puluhan rumah, menewaskan 47 orang dan 53 orang lainnya dikhawatirkan terperangkap di bawah lapisan lumpur.

Hujan menyebabkan sungai Savitri meluap, membuat kota Mahad benar-benar tidak dapat diakses melalui jalan darat. Warga yang ketakutan pun naik ke atap dan lantai atas untuk menghindari banjir di Indina. Demikian dikutip dari Detik.com, Sabtu (24/7).

Tim penanggulangan bencana nasional, National Disaster Response Force (NDRF) tidak dapat mendaratkan helikopter. Karena cuaca buruk pada hari Jumat (23/7), tetapi akhirnya dapat menyelamatkan penduduk setempat saat banjir mulai surut.

Baca juga: Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang

Banjir Terburuk di India

Kepala menteri negara bagian India, Pramod Sawant mengatakan, Goa mengalami banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa akibat musim hujan yang telah menyebabkan “kerusakan yang meluas” di wilayah tersebut, tetapi tidak ada korban.

Tim penyelamat dan unit militer bekerja untuk mengevakuasi orang-orang yang terdampak akibat banjir, tetapi operasi mereka terhambat oleh tanah longsor yang menghalangi jalan, termasuk jalan raya utama antara Mumbai dan Goa.

Ketinggian air naik hingga hampir 20 kaki (6 meter) pada hari Kamis (22/7) di daerah Chiplun, 250 kilometer (160 mil) selatan Mumbai, setelah 24 jam hujan tanpa henti menenggelamkan jalan dan rumah.

 


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago