Bangkit Lagi, 5 Perusahaan di Boyolali Kembali Rekrut Karyawan

Perusahaan yang mulai bangkit tersebut kebanyakan dari sektor garmen atau fashion.
Bangkit Lagi, 5 Perusahaan di Boyolali Kembali Rekrut Karyawan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi aktivitas di industri. (Bisnis-WD)

Solopos.com, BOYOLALI -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Boyolali menyebut ada beberapa perusahaan mulai bangkit, meskipun dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan sektor usaha.

Ketua Apindo Boyolali, Imam Bahri, mengatakan ada lima perusahaan di Boyolali yang mulai bangkit di tengah pandemi Covid-19 ini. Kelimanya adalah PT Pearland, PT Sarana Cipta Busana, PT JS Corp, PT Jesy Jeson, dan PT Hansol.

"Perusahaan tersebut yang sedang merekrut kembali karyawan. Intinya kalau di Boyolali, untuk sektor dunia usaha sudah mulai ada yang bangkit," kata dia kepada solopos.com, Rabu.

DKK-RSUD Sragen Gencarkan Swab Test Kontak Erat dan Nakes

Perusahaan yang mulai bangkit tersebut kebanyakan dari sektor garmen atau fashion. Perusahaan tersebut sudah mulai menerima karyawan lagi walaupun secara bertahap.

Namun di sisi lain ada juga perusahaan yang belum beroperasi kembali. Dia menyebutkan ada empat perusahaan dengan kondisi itu.

Secara umum, Imam mengatakan untuk volume pekerjaan di sektor industri belum stabil seperti sedia kala. "Tapi untuk saat ini masih bisa beroperasi saja sudah terima kasih. Memang perlu bertahap," terang dia.

Bahan Baku dan Penjualan Masih Terpengaruh

Sedangkan untuk bahan baku dan penjualan, dia mengatakan saat ini sudah mulai berangsur membaik. Jika sebelumnya, pada Maret-Mei kondisinya sangat sulit, pasca-Lebaran kemarin sudah berangsur membaik.

"Untuk bahan baku dan penjualan memang masih terpengaruh. Belum bisa stabil. Tadinya benar-benar susah untuk bahan baku, ekspor susah. Tapi sekarang ekspor sudah mulai lagi. Walaupun hanya sekitar 50%," jelas dia.

Siap-Siap Musim Gadu, Petani Jurangjero Klaten Diajak Olah Panenan Sendiri

Isu resesi, diakuinya membuat cemas kalangan pelaku usaha. Sebab hal itu akan berdampak pada daya beli masyarakat, produksi yang berkurang, manpower dan sebagainya.

"Sempat baca di berita, ada resesi di bulan Agustus atau September, ini akan pengaruh di UMK 2021. Ini juga masih menunggu kebijakan pemerintah terkait dengan pandemi yang tidak kunjung normal, bagaimana perhitungan UMK nanti," kata dia.

Dia berharap dengan adanya kebijakan pemerintah yang menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat, termasuk kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta, akan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Perumda Air Minum Sukoharjo Bantah Kekeringan Di Kragilan Kartasura Karena Proyek Sumur Dalam


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago