Bangkit dari Pandemi, Pelaku Usaha Batik Kauman Solo Harus Go Digital

Para pelaku usaha di Kampung Batik Kauman, Solo, mendapatkan pendampingan dari Bank Syariah Indonesia untuk go digital agar segera bangkit dari pandemi.
Bangkit dari Pandemi, Pelaku Usaha Batik Kauman Solo Harus Go Digital
SOLOPOS.COM - Pelaku usaha batik di Kauman, Solo, mendapatkan pelatihan ekonomi digital dari Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu (13/10/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Pelaku usaha batik di kampung batik Kauman, Pasar Kliwon, Solo, didorong go digital dengan menguatkan ekonomi digital agar bisa segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Pada Rabu (13/10/2021), para pelaku usaha di Kauman mendapatkan pendampingan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk penguatan ekonomi digital tersebut.

Area manager BSI Solo, Hari Nopa Kurniawan, mengatakan kegiatan pendampingan tersebut merupakan program dari BSI untuk membangkitkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Solo. “BSI ingin memperkuat UMKM. Ini menjadi salah satu tugas kami,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, alasan dipilihnya pelaku usaha di kampung batik Kauman untuk mendapat pendampingan tersebut karena punya potensi UMKM yang spesifik dan unik, terutama untuk batik. “Bukan hanya dari sisi sejarah, namun juga dari UKM. UKM yang ada harus bisa naik kelas,” lanjutnya.

Baca Juga: Waspada, Korban Kecelakaan di Solo Didominasi Usia 40-50 tahun!

Guna mendukung hal itu dari BSI memberikan dukungan, bukan hanya membantu dalam kebutuhan permodalan, namun termasuk pendampingan. Pada pendampingan yang dilakukan pada Rabu pagi itu, BSI memberikan pemahaman mengenai program KUR Syariah dan mengenai digital marketing.

Sepi di Toko, Ramai di Digital

Menurutnya, penguatan ekonomi digital harus dilakukan di lingkup UMKM untuk bisa berkembang lebih baik di masa sekarang. “Bagaimana memasarkan produk, supaya transaksi-transaksi para pelaku usaha batik Kauman mengarah ke digital. Sebab ini seiring dengan program kerja Bank Indonesia, kami mulai kenalkan transaksi digital,” lanjutnya.

Dengan begitu ke depan UMKM dapat menangkap semua peluang yang ada. Baik secara offline maupun online. “Di masa pandemi seperti saat ini misalnya, penjualan langsung dinilai sepi. Sepi di toko tidak masalah, tapi ramai di digital,” lanjutnya.

Baca Juga: Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Persiapan Pemkot Solo

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman (PKWBK), Gunawan Setiawan, mengatakan saat ini kegiatan pendampingan untuk pelaku usaha UMKM sangat perlu dilakukan.

Sebab dengan adanya pandemi Covid-19, kondisi hampir semua UMKM mengalami keterpurukan. Tidak terkecuali pada pelaku usaha batik. “Selama pandemi UKM di Kauman dan pengusaha di Kauman sangat terpuruk. Sebab saat PPKM, saat ada penutupan jalan dan sebagainya, itu dampaknya sangat terasa,” katanya.

Menurutnya, program pendampingan perlu dilakukan untuk membantu pelaku UMKM khususnya pelaku usaha batik Kauman bangkit kembali. “Tentu kami senang adanya kegiatan ini [pendampingan dari BSI]. Semoga bisa berdampak baik untuk pelaku UMKM di Kauman ini,” ujarnya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago