Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Bakul Sapi Minta Penutupan Pasar Hewan Boyolali Tak Diperpanjang Lagi

Dibanding opsi penutupan pasar hewan di Boyolali, Juni memilih mengusulkan pengetatan aturan saat sapi-sapi masuk.
SHARE
Bakul Sapi Minta Penutupan Pasar Hewan Boyolali Tak Diperpanjang Lagi
SOLOPOS.COM - Penutupan Pasar Hewan Sunggingan yang terletak di Jelok, Cepogo, Boyolali, Rabu (29/6/2022). (Solopos/Nimatul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI – Paguyuban Pedagang Lembu Ireng Pasar Hewan Sunggingan, Jelok, Cepogo, Boyolali, meminta seluruh pasar hewan di Boyolali dibuka setelah selesai masa penutupan pada Senin (4/7/2022). Selain itu, Paguyuban Pedagang Lembu Ireng mengusulkan beberapa aturan saat pasar dibuka.

Usulan pembukaan kembali seluruh pasar hewan setelah masa perpanjangan penutupan habis disampaikan oleh Humas Paguyuban Pedagang Lembu Ireng, Juni, saat dihubungi Solopos.com, Senin (27/6/2022). “Lebih baik nanti saat pasar hewan kembali dibuka, sebelum ternak masuk itu dikontrol dulu. Mana ternak yang sehat mana yang tidak,” kata dia.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Dibanding opsi penutupan pasar hewan, Juni memilih mengusulkan pengetatan aturan saat sapi-sapi masuk. Ia mengusulkan bagi peternak yang memiliki sapi sakit untuk balik kanan dan hanya mengizinkan peternak dengan sapi sehat masuk ke pasar hewan.

Pada saat disinggung apa yang dibutuhkan para peternak dan pedagang sapi, Juni mengatakan membutuhkan vaksinasi PMK untuk sapi serta pengontrolan kesehatan ternak secara gratis.

“Kami minta obat juga untuk menjaga sapi-sapi. Kondisi seperti ini kasihan semua petani, peternak, dan pedagang. Kami juga minta pasar hewan cepat dibuka karena ini semua pada pusing, soalnya sapi-sapi yang sehat enggak bisa dijual kalau pasar tidak dibuka,” kata dia.

Baca juga: Tenaga Vaksinator PMK Boyolali Terbatas, Ini Cara Pemkab Mengatasinya

Juni mengungkapkan para pedagang juga bingung karena menjelang Iduladha ini beberapa dari mereka telah berutang ke bank untuk modal membeli stok sapi. Namun, Juni mengungkapkan karena tidak ada pembukaan pasar hewan maka sulit menjual sapi.

“Saya ini juga punya utang bank, telat bayar 10 hari. Saya ditagih tapi saya bilang belum ada uang soalnya belum jual sapi. Mungkin nanti kalau pasar buka baru bisa bayar, begitu saya bilang. Rasanya seperti mau menangis,” kata Juni.

Ekonomi Terus Berputar

Ia berharap pasar hewan segera dibuka agar perekonomian para pedagang, peternak, dan orang-orang yang mencari penghidupan lewat pasar sapi bisa terus berputar.

Baca juga: Harga Sayur di Boyolali Melejit Gegara Petani Lereng Merapi Gagal Panen

“Kalau pegang uang nanti berpikirnya bisa lancar. Kalau enggak pegang uang seperti ini pikirannya bingung. Intinya harapan kami nanti masuk pasar diperketat, kemudian sapi-sapi yang sakit cepat ditangani biar cepat sembuh dan tidak menular ke mana-mana,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, mengatakan pembukaan pasar hewan kembali adalah keputusan Bupati Boyolali. Ia mengatakan akan menyampaikan evaluasi penanganan penyakit mulut dan kuku atau PMK kepada Bupati Boyolali.

“Ini kami fokus untuk vaksin dan ke kandang-kandang. Ada juga ide dari Pak Bupati jadi sapi yang masuk ke pasar akan disemprot dengan disinfektan. Kemudian kakinya akan dicelupkan ke disinfektan, istilahnya dipping disinfektan,” jelas dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode