Bakso Tumpeng Merapi ala Klaten, Bagaimana Komposisinya?

Bakso Tumpeng Merapi terinsiprasi dari Gunung Merapi diwarnai lelehan larva.
Bakso Tumpeng Merapi ala Klaten, Bagaimana Komposisinya?
SOLOPOS.COM - Penampakan bakso tumpeng merapi, varian bakso pedas ala pengusaha kuliner di Klaten.

Solopos.com, KLATEN – Ada cerita soal kuliner yang bentuknya terinspirasi dari Gunung Merapi yang diwarnai lelehan lava. Ini dia, bakso tumpeng yang dilumuri sambal ekstra pedas dan menu ini diberi nama Bakso Tumpeng Merapi.

Menu ini disajikan di warung Mi Ayam dan Bakso Berkah Roso di Dukung Padangan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten. Menu ini berbasis bakso yang disajikan dalam bentuk kerucut menyerupai tupeng.

Baca Juga: Es Potong, Kuliner Klaten Pembangkit Kenangan Masa Kecil

Sambal ekstra pedas terbuat dari cabai rawit melumuri bagian luar tumpeng hingga mirim lelehan lava Gunung Merapi. Rupanya ragam kuliner ini diciptakan si pemilik warung, Rina Muslikhatun baru September 2021 ini.

Bakso tumpeng merapi di Klaten Selatan ini dijual seharga Rp25.000 per porsi. Penyajian bakso menggunakan mangkuk. Pada bagian tumpeng juga diberi sedikit seledri dan bawang merah. Rasa pedas bakso tumpeng merapi siap meledak ke mulut para pecinta bakso ekstra pedas.

Baca Juga: KULINER KLATEN : Duri Nila, Kuliner Ponggok yang Layak Dicoba

Saat dibelah, di balik tumpeng akan muncul bakso berukuran kecil alias bakso kerikil. Bakso ini mirip dengan bakso beranak pada umumnya. Selain bakso berukuran kecil, terdapat isian sosis, dan lainnya.

Rina menceritakan ide awal membikin bakso tumpeng merapi ini karena ada request dari para pecinta bakso dengan rasa pedas.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago