Bakal Ada yang Beda di Malioboro Per Februari Nanti

Pemkot Jogja akan mulai merelokasi PKL Malioboro pada 1-7 Februari 2022. Bagi PKL yang bertahan di Malioboro, bakal mendapatn tindakan tegas dari aparat.
Bakal Ada yang Beda di Malioboro Per Februari Nanti
SOLOPOS.COM - Sejumlah pengunjung terlihat menikmati suasana Malioboro, Sabtu (13/11/2021). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, JOGJA — Kawasan wisata Malioboro, Kota Jogja, tak akan lagi sama pada Februari 2022. Pemkot Jogja berencana memindahkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut mulai 1-7 Februari 2022.

PromosiGeng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

Menurut Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma), Yati Dimanto, penentuan tanggal tersebut berasal dari dialog dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja.

“Dari pertemuan terakhir, bahwa tanggal 22 Januari ada acara selamatan di Gedung Indra, kemudian tanggal 1-7 Februari pindahan. Apabila tanggal 8 Februari masih ada yang jualan, yang mau mengatasi aparat gabungan,” kata Yati, Jumat (14/1/2022).

Meski para PKL sudah menerima kebijakan relokasi, mereka berharap adanya penundaan antara satu sampai tiga tahun. Mereka butuh waktu untuk mempersiapkan fisik, psikis, sampai dampak ekonomi yang ditimbulkan. Terlebih kondisi mereka saat ini belum kembali pulih setelah lama terpuruk akibat pandemi.

Baca Juga: Malioboro Jadi Lautan Manusia, Pemkot Jogja Khawatir Sekaligus Senang

Saat pandemi sudah mulai membaik dan perlahan ekonomi mulai bangkit, para PKL Malioboro justru diminta pindah.

“Saat kita masuk ke sana (Gedung Indra), nanti PPKM alias Pelan Pelan Kita Mati,” kata Yati yang sudah berjualan selama 18 tahun di Malioboro, dengan nada pesimistis.

Selain itu, Yati juga menyayangkan lapak di lokasi baru yang ukurannya hanya 1,15 x 2,5 meter persegi. Setiap dua lapak hanya ada satu pintu. Apabila dua lapak itu pemiliknya beda, maka rentan terjadi konflik. Tidak adanya kompensasi relokasi juga menjadi permasalahan tersendiri.

Apabila ingin merapikan, lanjut Yati, tidak harus dengan relokasi. Tapi bisa dengan mempercantik penataannya, entah dengan seragam gerobak atau sistem urutannya. Yang jelas, bisa dibuat agar tidak beririsan dengan toko.

Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Tertibkan Skuter Listrik, Ini Alasannya

“Tidak harus dipindah. Terutama yang kuliner, sejauh ini tidak berbenturan dengan toko,” kata Yati.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago