Bagas Berlaga di Panahan Beregu Olimpiade Tokyo Hari Ini, Keluarga di Klaten Kirim Doa

Bagas, pemuda kelahiran Dukuh Bonyokan RT 004/RW 002, Desa Bonyokan, Jatinom, Klaten, tampil di nomor beregu recurve putra cabor panahan.
Bagas Berlaga di Panahan Beregu Olimpiade Tokyo Hari Ini, Keluarga di Klaten Kirim Doa

Solopos.com, KLATEN — Pemanah andalan Indonesia asal Klaten, Jawa Tengah, Alviyanto Bagas Prastyadi, 19, mulai berjuang mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade Tokyo 2020, Senin (26/7/2021).

Rencananya, pemuda kelahiran Dukuh Bonyokan RT 004/RW 002, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten, itu tampil di nomor beregu recurve putra cabor panahan.

Sebagaimana diketahui, Alviyanto Bagas Prastyadi memperkuat tim beregu putra cabor panahan. Selain Bagas, tim beregu putra panahan Indonesia juga diperkuat Riau Ega Agatha dan Arif Dwi Pangestu. Para pemanah andalan Indonesia itu bertanding di babak perdelapan final dengan menghadapi Britania Raya.

Baca juga: Kisah Bagas Pemanah Indonesia di Olimpiade Tokyo: Anak Pak Bon SD Asal Klaten & Mantan Atlet Panahan Andalan Jateng

“Iya, jadwal recurve men team dimulai hari ini. Selesai satu hari ini [hingga final],” kata mantan atlet panahan tingkat nasional sekaligus pelatih klub panahan Smartku di Sribit, Jatinom, Klaten, Esti Setyaningsih, 40, kepada Solopos.com, Senin.

Hal senada dijelaskan Kusmiyati, 39, ibunda Alviyanto Bagas Prastyadi. Menurutnya, Bagas mengawali perjuangan mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 pagi ini.

“Tadi malam sudah ngabari saya. Bagas bilang mulai bertanding pagi ini mulai pukul 10.00 waktu Tokyo,” katanya.

Baca juga: Menengok Desa Bonyokan Klaten, Kampung Pencetak Atlet Panahan Tingkat PON hingga Olimpiade

Sebelum bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, Bagas cs telah tampil apik dengan merebut medali perak di ajang World Cup Paris tahun 2021. Jauh sebelum menghadapi ajang Olimpiade Tokyo 2021, Alviyanto Bagas Prastyadi telah memiliki segudang prestasi di cabor panahan.

Berbagai penghargaan pernah disabet pemuda 19 tahun asal Bonyokan, Kecamatan Jatinom, tersebut hingga jumlahnya mencapai 42, baik tingkat provinsi, nasional, dan internasional.

“Anak saya itu mulai belajar memanah sejak kelas IV SD. Dia dibimbing ibunya [mantan atlet panahan Jateng]. Sebagai bapaknya, saya turut berdoa setiap hari. Semoga sukses dan lancar. Pulang bawa prestasi yang baik,” kata Suyamto, 45, ayah Alviyanto Bagas Prastyadi.

Baca juga: Nostalgia, Para Atlet Desa Bonyokan Klaten Serasa Nyarter Pesawat ke PON Kalimantan 2008


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago