top ear
Bagaimana Cara Warga Tawangmangu Renungi Jasa Pahlawan?  Serius Tapi Asyik
  • SOLOPOS.COM
    Warga mengikuti acara mancing gratis di Pemancingan Jemberan di Krangean, Nglebak, Tawangmangu, Minggu (11/11/2018) pagi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2018./Ponco Suseno

Bagaimana Cara Warga Tawangmangu Renungi Jasa Pahlawan? Serius Tapi Asyik

Memancing menjadi cara tersendiri bagi warga Tawangmangu dan sekitarnya dalam memperingati hari Pahlawan 2018. Melalui memancing, warga yang berada di lereng Gunung Lawu ini merenung tentang jasa pahlawan bangsa.
Diterbitkan Minggu, 11/11/2018 - 20:06 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, KARANGANYAR – Memancing menjadi cara tersendiri bagi warga Tawangmangu dan sekitarnya dalam memperingati hari Pahlawan 2018. Melalui memancing, warga yang berada di lereng Gunung Lawu ini tak sekadar menyalurkan hobi atau pun bersenang-senang, namun dijadikan momentum merenung tentang jasa pahlawan bangsa. Berkat perjuangan para pahlawan mengusir penjajah, para anak bangsa dapat memancing dengan nyaman.

Sehari setelah hari Pahlawan berlangsung, warga di Tawangmangu dan sekitarnya berduyun-duyun mendatangi Pemancingan Jemberan di Krangean, Nglebak, Tawangmangu, Minggu (11/11/2018) pagi. Sebagian besar warga sudah siap membawa peralatan memancing lengkap dengan umpan dan tempat menaruh ikan terbuat dari jaring.

Tepat pukul 09.00 WIB, tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pusat, Firlie Hanggodo Ganinduto, menyebar ikan lele seberat lima kuintal ke kolam pemancingan Jemberan. Penyebaran ikan lele itu menjadi tanda dimulainya memancing gratis di Jemberan. Dalam sekejap, para pemancing mania di Tawangmangu dan sekitarnya langsung melemparkan mata pancingnya yang sudah diberi umpan, seperti cacing atau pun jangkrik ke kolam pemancingan. Selama memancing, para pemancing juga memperoleh hiburan musik yang menambah suasana semakin semarak.

“Kami sengaja memilih memancing guna memperingati Hari Pahlawan. Memancing ini dilakukan dengan suasana yang nyaman dan tenang. Yang perlu dipahami, tanpa jasa para pahlawan, para penerus bangsa ini tidak dapat memancing senyaman ini. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah seharusnya meneruskan perjuangan para pahlawan. Para pemuda diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi rakyat,” kata Ketua Kompartemen Pertambangan dan Energi HIPMI pusat, Firlie Hanggodo Ganinduto, di sela-sela kegiatan memancing gratis di Nglebak, Tawangamangu, Minggu.

Salah satu pemancing asal Tawangmangu, Arda Ade Pradana, 27, mengaku senang dapat mengikuti memancing gratis di Nglebak. Minggu pagi itu, Ade yang memang hobi memancing itu tak perlu jauh-jauh menyalurkan hasrat memancingnya ke tempat yang jauh dari rumah.

“Saya suka memancing. Biasanya memancing di sungai-sungai di Tawangmangu dan beberapa daerah lainnya di luar Tawangmangu. Kebetulan saat ini ada memancing gratis di sini. Saya langsung tertarik ikut. Tadi tidak sempat mencari cacing, saya pun membeli cacing di penjual pakan burung. Harga cacing Rp3.000 per bungkus. Saya berharap dapat ikan lele banyak di sini. Setidaknya lebih dari lima kilogram,” katanya.


Editor : Avatar ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya