Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Awal Pekan IHSG Diperkirakan Menguat, Cek Saham-Saham Ini

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Senin (3/10/2022) berkat sejumlah katalis.
SHARE
Awal Pekan IHSG Diperkirakan Menguat, Cek Saham-Saham Ini
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Dok/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Senin (3/10/2022) berkat sejumlah katalis.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup pada posisi 7.040,79 atau naik 0,06 persen pada Jumat (30/9/2022).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya menjelaskan IHSG ditutup menguat terbatas setelah bergerak di area negatif sepanjang hari didorong nilai tukar rupiah yang mencapai Rp15.200 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan masih ditekan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga. Dennies memprediksi IHSG akan kembali menguat pada perdagangan pekan depan.

Secara teknikal,candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross di area level oversold mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek.

Baca Juga: IHSG Dibayangi Ambruknya Wall Street, Cek Saham-Saham Ini

Pergerakan masih akan ditekan kekhawatiran potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi bulan depan yang akan menekan perekonomian. Selanjutnya, Dennies memperkirakan IHSG bergerak pada level support 6.877 dan 6.958 serta resistance 7.088 dan 7.1737.

Adapun beberapa saham yang menjadi rekomendasi Dennies untuk perdagangan besok adalah sebagai berikut: MEDCO, SICO, BBCA, dan WIIM.

IHSG masih berpotensi menguat hingga di kuartal IV/2022. Menurut Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana ada beberapa sentimen di pasar modal yang perlu dicermati para investor saham.

“Pertama, inflasi di mana harga bahan baku naik termasuk sektor pangan yang berpotensi menambah tekanan,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global

Sentimen berikutnya, lanjut Wawan, datang dari kurs asing di mana dolar AS dan hampir semua mata uang dunia menguat. Walau begitu, mata uang rupiah termasuk resilien karena tidak melemah terlalu dalam, seiring aliran dana asing yang masuk dan pertumbuhan ekonomi relatif baik.

Di sisi lain, Wawan masih optimistis jika IHSG bisa menyentuh level 7.300–7.400 pada akhir 2022 ini dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Meskipun, menurut data BEI selama periode 26-30 September 2022, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 7,82 persen karena kondisi global dan regional yang masih penuh tekanan.

“Adanya aliran modal asing dan pertumbuhan beberapa sektor masih cukup signifikan. Misalnya harga komoditas tinggi, terutama batu bara dan nikel yang membuat neraca perdagangan surplus,” imbuh Wawan.

Baca Juga: BRI Sampaikan Belasungkawa kepada Korban Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Lebih lanjut, aliran dana asing masuk ke Indonesia terutama di sektor tambang dan teknologi, begitu juga dengan kasus Covid-19 yang terkendali.

Saham sektoral yang dinilai Wawan prospektif untuk kuartal IV/2022 di antaranya adalah sektor perbankan, konsumer, industri otomotif, terutama komoditas batu bara yang diprediksi mendapat sentimen positif dari kenaikan harga batu bara global.

“Di Indonesia, secara rata-rata biaya produksi satu ton batu bara adalah 40-45 dolar AS, namun harga acuan batu bara kini menembus rekor US$321 ton pada Agustus 2022. Secara profit tentu tinggi sekali untuk para emiten batu bara,” tambah Wawan.

Selanjutnya, saham telekomunikasi relatif tetap bertumbuh seiring pemanfaatan data yang terus meningkat di dalam negeri. Sedangkan terkait kurs dolar AS yang semakin kuat menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang mengimpor bahan baku, seperti sektor farmasi.

Sementara itu untuk sektor properti masih mendapat tantangan penurunan penjualan akibat suku bunga tinggi. Wawan mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan pertumbuhan dari sisi bisnis dan perbaikan profitabilitas emiten, misalnya dari sisi peningkatan penjualan atau strategi untuk mengecilkan kerugian.

.Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Solopos.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode