[ X ] CLOSE

Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati

Satu atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua, Susi Dewi Wulandari, mengaku kecewa pada Pemkot Madiun karena tidak menepati janji.
Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati
SOLOPOS.COM - Susi Dewi Wulandari, atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua. (detikcom)

Solopos.com, MADIUN — Salah satu atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua, Susi Dewi Wulandari, menyampaikan rasa kekecewaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Wulan merasa Pemkot Madiun tidak peduli dengan atletnya.

Wulan, sapaan akrabnya, anak pasangan Sugeng, 59, dan Yuniarti, 53. Orangtua Wulan, Sugeng dan Yuniarti, bekerja serabutan. Mereka tinggal di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman.

Wulan meraih dua medali perak dalam cabor lari estafet di PON XX Papua. Dia menyampaikan keluh kesahnya perihal uang yang dijanjikan Pemkot Madiun.

Baca Juga : Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi… Catat Jadwalnya

“Gimana ya, dulu waktu masih SMP, pihak Pemkot Madiun ingin memberikan uang. Tapi tidak sesuai kenyataan. Uang hanya turun selama tiga bulan. Padahal janjinya akan diterima selama menjadi atlet Kota Madiun,” ujar Wulan, ketika video call dengan ibunya, seperti dilansir detikcom, Jumat (15/10/2021).

Wulan berharap Pemkot Madiun lebih peduli terhadap nasib atlet yang membawa harum nama Kota Madiun. “Kemarin saat mau berangkat ke Papua. Mau pamitan ke Pak Wali Kota tidak ada. Ke kantor KONI katanya masih dipertimbangkan (uang saku). Akhirnya ada salah satu pengurus secara mandiri memberi uang saku Rp500.000,” ceritanya.

Wulan mengaku ingin kuliah namun terkendala biaya. “Saat ini sudah setahun lulus. Ingin kuliah sih tapi insya Allah tahun depan. Tidak ingin merepotkan orang tua dan ingin biaya sendiri,” terangnya.

Baca Juga : 34 Daerah di Jatim Level 1 PPKM, Begini Reaksi Gubernur Khofifah

Hal senada disampaikan ayah Wulan, Sugeng. Dia menjelaskan Pemprov Jatim sempat meminta putrinya pindah menjadi warga Surabaya. Namun Pemkot Madiun melarang.

“Sampai sekarang KTP masih Kota Madiun. Dulu pernah mau pindah KTP dan KK ke Surabaya. Tapi tidak diperbolehkan Pemkot Madiun. Alasannya anak atlet milik Kota Madiun,” ungkap Sugeng.

Sugeng bercerita peristiwa saat mengantar putrinya dari Madiun ke Surabaya untuk berangkat ke Papua. Dia menggunakan uang pemberian temannya. “Alhamdulillah dapat (uang) buat biaya mengantar anak. Dikasih teman dari Sidoarjo,” papar Sugeng.

Baca Juga : Anak Madiun Dihamili Makhluk Halus? Pelaku Mengaku Sudah Berkali-kali

Ia berharap Pemkot Madiun lebih peduli kepada atlet. “Kami berharap Pemkot bisa peduli kepada atlet. Alhamdulillah dapat medali perak. Saya tetap bangga. Ini sudah lulus setahun. Harapan saya Pemkot bisa memberikan pekerjaan. Kalau memang Wali Kota Madiun kurang perhatian mungkin saya mau mengajukan permohonan ke Bupati Madiun,” ungkap Sugeng.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago