Kategori: Sragen

Asli Sragen dan Berdarah Seniman, Ini Sosok Thathit Paksi Penabuh Gendangnya Dory Harsa


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri,

Solopos.com, SRAGEN – Sosok penabuh gendang yang bekerja sama dengan Dory Harsa, Thathit Paksi Setyawan, ternyata merupakan putra daerah Sragen, Jawa Tengah. Pria berusia 30 tahun itu lahir dengan darah keturunan dalang terkemuka di Tanah Air.

Thathit Paksi Setyawan merupakan cucu pertama dalang kondang Ki Manteb Sudarsono. Sebelum menjadi pemusik, pria lulusan Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja itu bekerja di perusahaan kontruksi di Kota Bengawan selama tujuh tahun sejak 2011.

“Selama tujuh tahun menekuni dunia teknik sipil, saya tetap bekerja di dunia seni meski porsinya kecil karena teknik sipil itu sangat menyita waktu. Setelah tujuh tahun, saya merasa sudah saatnya untuk mandiri. Saya tetap melayani pesanan desain. Sekarang kalau dipersentase 70% konsen di dunia seni, sisanya 30% untuk dunia teknik sipil,” ujar Thathit kala berbincang dengan Solopos.com, Rabu (27/5/2020).

Ambyarrr… Thathit Paksi Penabuh Gendang Dory Harsa Nikah Gaes

Dalang

Sejak kecil, pemuda asal Dukuh Gantiwarno, RT 10/RW 12, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, sudah belajar di dunia pedalangan. Dia beruntung bisa menimba ilmu pedalangan langsung dari eyangnya Ki Manteb Sudarsono maupun bapaknya, Ki Medhot Sudarsono.

Selain belajar dunia wayang, Thathit Paksi memiliki kegemaran menabuh gendang. Bersama dua rekannya yakni Denny Kumoro Tri Sasandy dan Kukuh Indrasmoro, Thathit pernah memenangi lomba cipta lagu di tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 2019 lalu. Saat itu, mereka membawakan dua buah lagu berjudul Endahing Sragen dan Dolan Sragen.

Endahing Sragen bercerita iklim atau suasana Kabupaten Sragen dengan masyarakat yang ramah. Sementara Dolan Sragen bercerita potensi pariwisata dan kuliner di Sragen. Lagu itu diciptakan Mas Denny, saya sendiri hanya sebagai koordinator tim, sekaligus penabuh kendangnya,” jelas Thathit.

Kenalkan, Ini Daniella Si Bakul Hik Cantik di Klaten, Pelanggan Dijamin Auto-Modus

Saat ini, Thathit Paksi tergabung dalam Dalbo Band di bawah pimpinan Dory Harsa. Di grup band ini, Thathit berposisi sebagai penabuh gendang, sementara Dory Harsa bertindak sebagai vokalis. Kepiwaian Thathit bermain gendang juga sudah diakui oleh sang maestro campursari, almarhum Didi Kempot.

“Saya tidak pernah berkolaborasi dengan mendiang Mas Didi. Tapi saya pernah mengiringi dia nyanyi dalam beberapa kali pentas. Kalau dengan Mas Dory, kami sudah kenal lama. Kebetulan karena sama-sama hobi main gendang lalu muncul niat untuk latihan bareng,” ujar Thathit.

Ninggal Tatu

Salah satu lagu Dalbo Band berjudul Ninggal Tatu yang dirilis pada 18 Maret 2020 ternyata mampu diterima masyarakat. Meski baru dua bulan dirilis, video ini sudah disaksikan 13.397.302 penonton per Rabu. Padahal, kata Thathit, video itu dibuat tanpa konsep.

“Itu sebenarnya hanya latihan. Videonya tidak terkonsep. Kebetulan ada teman yang merekam kami saat latihan. Tidak tahunya, malah bisa diterima masyarakat,”papar Thathit.

Duh… Kasus Positif Covid-19 Wonogiri Tambah 3 dari Manyaran, Jatisrono & Pracimantoro

Saat ini, Thathit Paksi tengah menikmati perannya sebagai penabuh kendang dan bermain perkusi. Namun, dari lubuk hatinya yang paling dalam, Thathit masih berkeinginan meneruskan tradisi keluarganya. Thathit bercita-cita menjadi seorang dalang.

“Bagi saya, untuk menjadi dalang itu butuh waktu dan persiapan mental. Saya merasa belum siap terjun 100%. Bukannya tidak mau, suatu saat saya tetap ingin meneruskan tradisi keluarga sebagai seorang dalang,”papar Thathit.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita

Berita Terkini

Belasan Ribu Masjid di Xinjiang Dihancurkan, Wamenag Desak China Beri Penjelasan

Solopos.com, JAKARTA — Autralian Strategy Policy Institute (ASPI) melaporkan sekitar 16.000 masjid di Xinjiang atau…

13 menit lalu

Kasus Dugaan Penyelewengan APBDes Kebondalem Lor Klaten Naik ke Penyidikan

Solopos.com, KLATEN — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menaikkan status kasus dugaan penyalahgunaan APBDes di…

26 menit lalu

Kasus Covid-19 Wonogiri Masih Bertambah, Ketua RT Diminta Pantau Warga Pelaku Perjalanan

Solopos.com, WONOGIRI - Kasus Covid-19 di Kabupaten Wonogiri masih bertambah dalam beberapa hari terakhir. Penambahan…

44 menit lalu

Google Hapus Tweet Usai Bocorkan harga Pixel 5, Emang Berapa Sih?

Solopos.com, TOKYO — Google Jepang sepertinya tak sengaja membocorkan harga smartphone terbaru bikinan Google yang…

56 menit lalu

Ini Alasan Polisi Bubarkan kegiatan "KAMI" di Kota Surabaya

Solopos.com, SURABAYA -- Aparat kepolisian membubarkan kegiatan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia  atau KAMI di beberapa…

1 jam lalu

Rekor! Sukoharjo Tambah 30 Kasus Positif Covid-19, Paling Banyak Klaster Keluarga

Solopos.com, SUKOHARJO -- Penambahan kasus positif Covid-19 Sukoharjo pada Senin (28/9/2020) mencatatkan rekor tertinggi yakni…

1 jam lalu