Asale Sendang Bendo Jadi Asal Mula Desa Bendo di Boyolali

Sendang Bendo bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sementara disebut Sendang Bendo, karena di sekitar sendang itu berdiri pohon bendo yang umurnya sudah tua.
Asale Sendang Bendo Jadi Asal Mula Desa Bendo di Boyolali
SOLOPOS.COM - Sendang Bendo, di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, dipercaya sebagai asal usul nama Desa Bendo. (Bayu Jatmiko Adi/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI — Bendo adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Dari luasan wislayah, desa tersebut merupakan desa terkecil di Kecamatan Nogosari dengan luas sekitar 2,47 kilometer persegi.

Dihuni oleh sekitar 2.340 jiwa penduduk pada 2020 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali.
Nama Desa Bendo konon bermula dari adanya sebuah sendang di tengah desa tersebut yang dinamakan Sendang Bendo.

Menurut Kepala Desa Bendo, Samsidi, nama Sendang Bendo bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sementara disebut Sendang Bendo, karena di sekitar sendang itu berdiri pohon bendo yang umurnya sudah tua.

Baca Juga: Disporapar Boyolali Dorong Pelaku Wisata Miliki Sertifikat CHSE, Buat Apa Sih?

Pohon Besar

Meski saat ini pohon bendo sudah tidak ada lagi sekitar sendang, nama Sendang Bendo tetap melekat di hati masyarakat.

“Kemudian oleh sesepuh zaman dahulu, dari nama Sendang Bendo itu kemudian daerah ini dinamakan Desa Bendo,” jelas dia belum lama ini.

Dari lokasi yang ditunjukkan Samsidi, Sendang Bendo berada tidak jauh dari permukiman warga. Tepatnya berada di samping masjid warga.

Sendang tersebut terlihat masih menampung air, yang kemungkinan juga masih dimanfaatkan warga sekitar. Di sekitar sendang juga terdapat pohon-pohon besar yang membuat lokasi itu tampak teduh meski di siang hari.

Baca Juga: Pemkab Boyolali Gelar Vaksinasi, Sasarannya Pengelola Objek Wisata hingga Pemandu Lagu

Samsidi mengatakan hingga kini, di sendang tersebut masih menjadi tujuan sebagian masyarakat untuk kegiatan religi.

“Misalnya yang menginginkan kenaikan pangkat, mau mendaftar pekerjaan dan sebagainya. Mereka berdoa kepada Tuhan tapi dengan ritual di tempat itu,” jelas dia.

Menurut Samsidi, Desa Bendo terdiri dari sembilan dukuh, yakni Dukuh Sendang, Dukuh Gembusan, Sidorejo, Bendo, Cengklik, Wonosido, Jenalas, Gringsing, Pilang dan Sambung.

Potensi terbesar dari desa tersebut adalah pertanian. Namun sebagian besar sawah di wilayah Bendo adalah sawah tadah hujan.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago