Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Asale Kampung Kajen Wonogiri, Tempat Tinggal Orang Terhormat

Ada dua versi tentang asal usul penamaan Kampung Kajen di Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Salah satu versinya karena di sini tinggal orang-orang terhormat.
SHARE
Asale Kampung Kajen Wonogiri, Tempat Tinggal Orang Terhormat
SOLOPOS.COM - Tugu menuju jalan masuk Kampung atau Lingkungan Kajen RT 001 RW 011, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (1/7/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M)

Solopos.com, WONOGIRI — Asal-usul penamaan Kajen sebagai salah satu lingkungan atau kampung di Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, disebut-sebut tak lepas dari status warga yang berdomisili di sana.

Sebenarnya ada dua versi mengapa wilayah tersebut dinamai Kajen. Versi pertama, Kajen merupakan tempat tinggal orang-orang yang berkedudukan terhormat. Dalam Bausastra Jawa yang ditulis Purwadarminta dan terbit pada 1939, kata “Kajen” diartikan sebagai yang terhormat atau dihormati (diajeni).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Pengertian itu setidaknya senada dengan yang dikatakan Eks Kepala Lingkungan (Kaling) Kajen, Suroto, 55. Kepada Solopos.com, Jumat (1/7/2022), ia bercerita sudah sejak lama Kampung Kajen dikenal sebagai tempat tinggalnya warga berkedudukan terhormat.

Perumahan pertama di Kabupaten Wonogiri, kata Suroto, berlokasi di Kampung Kajen. Pemiliknya bernama Kiai Haji (KH) Abdullah Sajad. Hal itu menurutnya membuktikan betapa terhormatnya status kedudukan warga Kajen. Namun demikian, Suroto tak mengetahui pasti tahun awal lingkungan yang sempat dipimpinnya dinamakan Kajen.

Dari penelusuran peta kolonial yang dikelola Leiden University Libraries dalam situs ubl.webattach.nl, nama daerah Kadjen baru tercantum pada 1927. Melalui peta topografi berskala 1:25.000, kampungnya orang-orang berkedudukan terhormat tersebut berada di selatan pusat Kawedanan Wonogiri. Sebelum tahun itu, daerah bernama Kadjen atau Kajen tak terdeteksi.

Baca Juga: Asale Sendang Bejen Karanganyar, Tempat RM Said Susun Strategi Perang

Pada versi kedua, penamaan Kajen ditengarai karena banyaknya warga di kampung tersebut yang sudah melaksanakan ibadah haji. Menurut Suroto, dua versi mengenai asal-usul itu saling berkaitan.

“Kajen yang berarti dihormati atau terhormat itu juga karena banyak warga di sana yang sudah naik haji. Dulu itu kan jarang sekali orang-orang yang mau melaksanakan ibadah haji. Sedangkan di Kajen sudah ada yang beribadah haji dan kalau sudah melaksanakan ibadah haji kan tergolong terhormat juga,” ujarnya.

Haji Pertama

Suroto menyebut nama KH Abdullah Sajad sebagai salah seorang warga Kajen yang mengawali pelaksanaan ibadah haji di Wonogiri. Selanjutnya, dari tahun ke tahun, pelaksana ibadah haji dari Kajen bertambah.

“Sekarang, setiap tahun pasti ada saja warga dari Kajen yang berangkat haji ke Tanah Suci. Pada tahun 2022 ini sepertinya ada juga tapi saya enggak hapal jumlah pastinya,” imbuh Suroto.

Baca Juga: Asale Rumah Dinas Bupati Sragen dari Tongkat Sakti Mangkubumi

Namun, merujuk informasi yang dihimpun Solopos.com, sebelum KH Abdullah Sajad, ada seorang tokoh bernama KH Oemar Saleh yang disebut-sebut menjadi orang pertama di Kabupaten Wonogiri yang melaksanakan ibadah haji. KH Oemar Saleh adalah kakek dari KH Abdullah Sajad. Keduanya tinggal di Kampung Kajen.

Informasi itu mulanya bersumber dari penerus silsilah keluarga KH Oemar Saleh, yakni Sukendarjo. Saat ditemui di kediamannya, Jumat, pria berusia 83 tahun itu membenarkan keterangan yang menyebut KH Oemar Saleh sebagai orang pertama di Kabupaten Wonogiri yang beribadah haji.

Ia juga menyebut hampir di setiap rumah di Kampung Kajen, pasti ada salah satu anggota keluarganya yang pernah beribadah haji.

Di sisi lain, ia tak menampik bahwa sudah sejak lama Kampung Kajen berisi warga yang memiliki status kedudukan tinggi atau terhormat.

Baca Juga: Asale Rawa Pening di Semarang dan Legenda Bocah Jelmaan Naga

“Dulu itu Kajen dibagi menjadi dua, Kajen wetan [timur] dan Kajen kulon [barat]. Warga yang ada di Kajen kulon itu mayoritas memang pekerjaannya pegawai pemerintahan,” tutur Sukendarjo, yang juga menjadi pensiunan pegawai pemerintah di Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut ia mengisahkan sewaktu KH Oemar Saleh masih hidup, beliau dikenal sebagai tokoh terhormat di Wonogiri. KH Oemar Saleh dulunya menjadi seorang naib yang juga bekerja di Pengadilan Negeri Wonogiri. Kala itu dikenal dengan sebutan Landraad.

Selain itu, KH Oemar Saleh adalah sosok pengelola pertama Masjid Agung Wonogiri yang sekarang bernama Masjid At-Taqwa. Lokasinya berdekatan di sebelah barat Alun-alun Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri.

Status itu membuat KH Oemar Saleh menjadi tokoh terhormat yang bertempat tinggal di Kampung Kajen. Secara kebetulan, kata Sukendarjo, KH Oemar Saleh juga melaksanakan ibadah haji. Karena itu ia tak dapat memastikan keterkaitan asal-usul penamaan Kajen dengan aktivitas haji yang dilakoni KH Oemar Saleh.

“Karena sebelum KH Oemar Saleh pergi haji, daerah ini sebelumnya sudah bernama Kajen,” ungkapnya.

Baca Juga: Asale Dawet Ayu Banjarnegara, Penjualnya Ayu-Ayu?

Namun keterangan tersebut tak disandingkan dengan bukti sejarah yang lain. Sementara itu menurut penerus silsilah keluarga KH Oemar Saleh lainnya, Kumaidi, 81, peristiwa kali pertama KH Oemar Saleh berangkat haji ke Tanah Suci terjadi sekitar tahun 1911.

Jika menengok kembali pada peta topografi Wonogiri seperti tersebut di atas, nama Kajen baru muncul pada 1927. Artinya, ada jarak 16 tahun antara kepergian haji KH Oemar Saleh dan munculnya nama Kajen sebagai sebuah kampung di Kawedanan Wonogiri.

Dari hasil penelusuran berita di media massa menurut edisi terlama, tak ada satu pun pemberitaan yang menyebut nama Kampung Kajen di Wonogiri sebelum KH Oemar Saleh berangkat haji. Sebaliknya, pemberitaan yang berkaitan dengan nama kampung tersebut baru muncul pada 27 Juni 1931.

Kala itu sebuah peristiwa bangunan roboh di Kampung Kajen di Wonogiri disiarkan De Koerier, sebuah surat kabar yang terbit dalam Bahasa Belanda.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode