top ear
Tutup Iklan

Miyem menunjukkan lokasi meninggalnya mahasiswa UIN Jogja saat menjadi imam salat di Pesantren Ilmu Giri, Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Minggu (1/12/2019). (Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim)
  • SOLOPOS.COM
    Miyem menunjukkan lokasi meninggalnya mahasiswa UIN Jogja saat menjadi imam salat di Pesantren Ilmu Giri, Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Minggu (1/12/2019). (Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim)

Asal Usul Sumur di Bawah Musala yang Celakai Imam Mahasiswa UIN Jogja

Baru beberapa waktu setelah sumur itu ada, musala kemudian dibangun.
Diterbitkan Senin, 2/12/2019 - 18:47 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, BANTUL -- Meninggalnya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Jogja, M Sirojul Milal, 22, meninggalkan tanda tanya besar. Bagaimana bisa ada sumur tepat di bawah tempat imam di musala Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri, Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Rupanya, sumur itu sudah ada jauh sebelum pembangunan masjid itu. Wardoyo, 35, warga Desa Selopamioro, Imogiri, mengungkapkan sumur tersebut sudah ada sejak sekitar 2005.

"Memang di ruang imam itu tepat di bawahnya dibuat sumur. Sebelum dibangun masjid, sumur itu sudah ada sejak dulu pada pembangunan awal 2004-2005," terang Wardoyo yang diberitakan Suara.com, Senin (2/12/2019).

Baru beberapa waktu setelah sumur itu ada, musala kemudian dibangun. Kebetulan ruang imam bertepatan di atas posisi sumur. Wardoyo menduga penutup sumur ambrol karena tak kuat menahan berat tubuh Milal ketika bersujud.

Diiringi Awan Hitam, Angin Lisus Sapu Weru Sukoharjo & Tumbangkan Panel PLTS

"Nah agar sumur tetap bersih [tidak kemasukan sampah atau daun], dibangunlah musala dan kebetulan posisi imam berada di atas sumur. Mungkin saat korban sujud, berat badannya bertambah dan tempat itu ambrol. Tapi saat saya membersihkan masjid dan berada di atas tempat imam, tidak ada lantai rapuh dan aman semua," katanya.

Wardoyo yang diketahui kerap membersihkan Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri setiap kali ada kegiatan menyebutkan selama ini keadaan selalu aman. Tidak pernah terjadi persoalan apalagi menyebabkan orang meninggal dunia.

Mahasiswa UIN Jogja Meninggal Dunia Saat Jadi Imam Salat

"Sudah sering kegiatan mahasiswa dilakukan di sini. Jadi ini bukan pondok pesantren di mana santri tinggal di sini. Tapi lokasi ini digunakan untuk kegiatan seni, budaya, dan kegiatan outbond para mahasiswa dan masyarakat luar desa. Selama ini semua kegiatan berjalan aman. Baru kali ini terjadi insiden seperti itu," tambah Wardoyo.

Musala berukuran 7x7 meter tersebut dibangun di atas panggung setinggi 1 meter. Saat ini ruang imam tempat Milal terjatuh telah ditutup dengan papan. Sedangkan sumur yang berada tepat di ruang imam juga sudah ditutup kayu.

Mahasiswa UIN Jogja Meninggal Saat Imami Salat, Rektor: Saya Yakin Dia Syahid

Diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, Milal yang menjadi imam tiba-tiba Milal terperosok ke bawah saat sujud di rakaat ketiga. Mahasiswa asal Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, itu jatuh ke dalam sumur tua berdiameter sekitar dua meter karena bambu yang menjadi lantai musala patah dan ambles.

Sumur tersebut berada di bawah musala dan hanya ditutup papan kayu. “Bambunya sudah rapuh. Mereka juga tidak tahu kalau di bawah musala ada sumur,” kata warga sekitar pondok pesantren, Miyem, kepada Harian Jogja, Minggu (1/12/2019).

Wardoyo yang membantu proses evakuasi mengatakan Milal ditemukan di dasar sumur. “Kedalaman sumur sekitar 7 meter. Lalu kedalaman air 3 meter,” ucap dia.

Editor : Profile Adib M Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini