Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Asal-Usul Nasi Jangkrik Khas Kudus

Penamaan sajian kuliner berupa nasi jangkrik khas kudus ternyata berawal dari celetukan.
SHARE
Asal-Usul Nasi Jangkrik Khas Kudus
SOLOPOS.COM - Nasi jangkrik khas Kudus. (Instagram)

Solopos.com, KUDUS — Kabupaten Kudus memiliki sajian kuliner yang khas, yaitu nasi jangkrik. Makanan ini konon merupakan warisan Sunan Kudus.

Sebungkus nasi jangkrik di Kudus berisi nasi dengan lauk daging kambing atau kerbau ukuran dadu, tahu, serta guyuran kuah bersantan. Daging kerbaunya empuk dengan bumbu yang meresep ke serat daging.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Menariknya, nasi ini dibungkus dengan daun jadi dan diikat dengan anyaman jerami.

Meski sederhana, nasi jangkrik terasa sangat lezat dan menggugah selera. Tidak heran jika kuliner ini dibanderol dengan harga Rp15.000 per porsi.

Biasanya, nasi jangkrik dibagikan gratis di hari Asyura atau bertepatan dengan 10 Muharram dalam kalender Islam. Tradisi tersebut masih dipertahankan sampai saat ini. Tujuannya tak lain menumbuhkan persaudaraan.

Baca juga : Nasi Jangkrik, Kuliner Unik Warisan Sunan Kudus

Asal-Usul

Zaman dulu, Kiai Telingsing bersama Sunan Kudus dan wali lainnya berkumpul di tajug Menara Kudus. Kala itu, istri Sunan Kudus memasak suatu menu yang sangat lezat.

Saking lezatnya, ada yang menyeletuk, “jangkrik masakan opo iki kok enake pol [jangkrik, masakan apa ini kok enak banget]”

Celetukan itulah yang membuat makanan itu disebut dengan nasi jangkrik. Kuliner khas Kudus ini mudah ditemui di kawasan Jl. Sunan Kudus atau sekitar Menara Kudus.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode