[x] close
top ear
Salah satu harta karun yang disebut peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di lokasi karhutla Sumsel. (Istimewa/Detik)
  • SOLOPOS.COM
    Salah satu harta karun yang disebut peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di lokasi karhutla Sumsel. (Istimewa/Detik)

Arkeolog: Emas di Lahan Karhutla Sumsel Bukan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

Begini penjelasan arkeolog tentang harta karun Sriwijaya yang ditemukan di lahan bekas karhutla Sumsel.
Diterbitkan Rabu, 9/10/2019 - 16:09 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
1 menit baca

Solopos.com, PALEMBANG Penemuan harta karun berupa emas peninggalan Sriwijaya di Cangal, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, menghebohkan masyarakat. Sejumlah warga menemukan berbagai perhiasan dan pernak-pernik dari emas di lahan bekas karhutla.

Kepala Arkeologi Sumsel Budi Wiyana menjelaskan, lokasi tersebut merupakan permukiman lama sejak awal Masehi. Di sana ditemukan berbagai peninggalan lama.

"Kebetulan waktu tim kami mengunjungi ditemukan ada penemuan peninggalan-peninggalan lama di lokasi," katanya seperti dilansir Detik, Rabu (9/10/2019).

Tapi, Budi Wiyana belum bisa memastikan tahun pembuatan manik-manik emas tersebut. Namun, dengan tegas dia tidak setuju harta karun itu disebut sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Dia menyatakan benda-benda itu kemungkinan sudah ada dari masa Sriwijaya.

"Saya tidak setuju dikatakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya, tapi kalau dikatakan masa Sriwijaya iya. Ini saya setuju dan masih akan kita teliti untuk memastikan itu," katanya.

Budi Wiyana mengimbau warga tidak mencari harta karun tersebut dengan sengaja karena terancam pidana. "Pencarian sampai sekarang masih dan kita imbau untuk tidak dengan sengaja melakukan pencarian. Kalau sengaja, itu bisa dipidana, jadi kalau sudah mencari ya segera dilaporkan," kata Budi.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci : #harta karun #karhutla

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini