Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Apresiasi untuk Gerakan Menukar Bendera Lusuh Sedulur Bunda Milenial

Ketua Sedulur Bunda Milenial Sisca Rumondor menyampaikan gerakan tukar bendera rusak dan lusuh sudah berjalan sejak 2020.
SHARE
Apresiasi untuk Gerakan Menukar Bendera Lusuh Sedulur Bunda Milenial
SOLOPOS.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Ketua Sedulur Bunda Milenial Sisca Rumondor menyerahkan bendera baru kepada masyarakat, yang merupakan hasil penukaran bendera rusak dan lusuh, di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (8/8/2022). (ANTARA/HO-KSP)

Solopos.com, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendukung gerakan menukar bendera merah putih lusuh yang dilakukan komunitas Sedulur Bunda Milenial, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk menghormati simbol dan lambang negara.

“Di saat banyak orang menyepelekan soal bendera, ternyata ada sebagian kelompok elemen masyarakat yang peduli terhadap substansi pengibaran bendera. Mewakili pemerintah, saya sangat mendukung penuh gerakan ini,” ujar Moeldoko saat menerima perwakilan Sedulur Bunda Milenial di Jakarta, Senin (8/8/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Larangan mengibarkan bendera merah putih yang rusak, sobek, kusam, luntur diatur dalam Pasal 24 C Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Ketua Sedulur Bunda Milenial Sisca Rumondor menyampaikan gerakan tukar bendera rusak dan lusuh sudah berjalan sejak 2020, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk menghargai bendera merah putih yang menjadi simbol dan lambang negara.

Baca Juga: Mengenang Sejarah Kemerdekaan RI, Siapa Penulis Teks Proklamasi?

“Apa ya tega melihat bendera-bendera yang dikibarkan rusak dan lusuh. Jadi kami menjahit bendera, menukar yang rusak dan akan memberikan yang baru,” tutur Sisca Rumondor, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Dia mengatakan, gerakan tukar bendera rusak dan lusuh mendapat respon positif dari masyarakat, yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya jumlah warga yang menukarkan bendera mereka.

Baca Juga: Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-Anak, Dijamin Seru!

Ia menyebut, selain dari masyarakat di Pulau Jawa, permintaan penukaran bendera juga datang dari Sulawesi, Sumatera, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk itu kami bekerja sama dengan beberapa UMKM untuk menjahit bendera baru. Dan tahun ini, kami menyiapkan sepuluh ribu bendera untuk diberikan secara gratis. Ke depan, harapan kami, ini menjadi call to action kepada seluruh masyarakat,” tutur Sisca.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode