Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Apple Susul PHK Karyawan di Sektor Ritel

Kabarnya, Apple mulai melakukan PHK karyawan di sektor ritel.
SHARE
Apple Susul PHK Karyawan di Sektor Ritel
SOLOPOS.COM - Salah satu toko Apple di New York, Amerika Serikat (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA-Apple dikabarkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang bekerja di saluran ritel di luar Apple Store.

Kabar ini cukup mengejutkan mengingat sejauh ini Apple jadi salah satu perusahaan teknologi besar yang belum mengumumkan PHK massal di tengah ancaman resesi global.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Dikutip dari Apple Insider, Selasa (24/1/2023), beberapa karyawan non musiman yang bekerja di toko retail non Apple Store, seperti di Best Buy dan lainnya, telah menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) lewat e-mail, Ini berlaku 30 hari sebelum penetapan PHK.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Apple dan toko retail semacam Best Buy memang sering merekrut karyawan musiman untuk menangani permintaan produk Apple untuk periode tertentu.

Adapun masa kerja karyawan musiman ini akan berakhir setelah kontrak habis. Namun, dalam e-mail yang diterima Apple Insider dari salah satu sumber, karyawan yang diberhentikan bukanlah karyawan musiman yang masa kontraknya sudah habis.

Sejauh ini belum ada informasi pasti berapa persen karyawan di divisi ini yang akan diberhentikan. Apple juga belum memberikan komentar apapun terkait informasi PHK tersebut.

Sebelumnya, Apple dinilai telah berhasil terhindar dan bergabung dengan gelombang PHK massal di raksasa teknologi lainnya.

Hal ini, disebut-sebut lantaran kebijakan perusahaan melakukan tingkat perekrutan yang lebih lambat sehingga memungkinkannya untuk menghindari masalah seperti yang dialami Alphabet, Microsoft, Meta, dan Amazon dengan jumlah karyawan yang tinggi.

Mengikuti 11.000 peringatan PHK Meta pada November 2022, PHK di raksasa teknologi telah membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Pasalnya, Microsoft memecat 10.000 karyawan, Google melakukan hal yang sama untuk 12.000 karyawan, dan Amazon akan memberhentikan 18.000 pekerjanya.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Apple dinilai belum bergabung dengan grup lainnya dengan putaran PHK besar-besaran, karena kombinasi bisnis yang tangguh dan tingkat perekrutan yang lebih lambat.

Sejak September 2019 hingga September 2022, jumlah karyawan Apple hanya meningkat 20 persen menjadi 164.000 karyawan penuh waktu.

Sebagai perbandingan, di periode yang sama, pesaingnya seperti Microsoft mengalami pembengkakan karyawan sebesar 53 persen, Alphabet sebesar 57 persen, dan Meta sebesar 94 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Apple Ikut PHK Karyawan di Sektor Ritel, Dampak Resesi Global?”

 

 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode