[x] close
Aparat Represif, Suporter Manchester United Diseret dan Digebuki
Solopos.com|sport

Aparat Represif, Suporter Manchester United Diseret dan Digebuki

Solopos.com, MANCHESTER - Demonstrasi pendukung Manchester United dibalas dengan represi kepolisian. Beredar video yang memperlihatkan pendukung Setan Merah digebuki.

Ratusan fans MU menggelar protes jelang pertandingan melawan Liverpool di Old Trafford, Minggu (2/5/2021) waktu setempat. Protes dilakukan dengan tuntutan agar Keluarga Glazer, pemilik klub, mundur.

Aksi pendukung MU itu dibalas dengan represi aparat. Kepolisian Manchester ketahuan memukuli salah satu suporter di luar Hotel Lowry, tempat menginap skuat MU.

Man City vs PSG: Hidup Mati di Etihad

Dalam video yang beredar, dan dilansir Metro.co.uk, suporter nahas itu ditangkap polisi, lalu diseret menjauh dari kelompoknya. Kemudian, suporter itu dipukuli salah satu petugas, sementara beberapa petugas lainnya berusaha mengamankan situasi.

Video itu viral di media sosial. Menurut laporan Metro, suporter itu adalah pria berusia 28 tahun. Menurut polisi, dia dicurigai mencuri kendaraan dan melanggar ketertiban umum. Kini pria itu masih ditahan, sementara salah satu polisi yang memukulinya kini diinvestigasi.

"Cabang Standar Profesional GMP [Greater Manchester Police] telah mengetahui video tersebut, dan akan memeriksa rekaman dan semua bukti yang tersedia untuk memahami keadaan lengkap seputar penangkapan tersebut," tulis pernyataan Departemen Standar Profesional Kepolisian Manchester.

Raih Scudetto, Pembuktian Inter Milan Bukan Tim Buangan

 

2 Polisi Terluka

Imbas demo suporter tersebut , laga MU vs Liverpool di Old Trafford ditunda. Jadwal ulang pertandingan hingga saat ini belum ditetapkan Premier League.

BBC sebelumnya melaporkan sekitar 200 orang berhasil menginvasi lapangan Old Trafford. Tak cuma di stadion, pendukung MU juga melakukan protes di Lowry Hotel, tempat para penggawa tim berkumpul sebelum laga.

Akibat protes ini, bentrok suporter MU dengan pihak kepolisian Greater Manchester pun tak terelakkan. Dua petugas kepolisian terluka. Salah satu petugas kepolisian Manchester, Russ Jackson, memastikan penyelidikan akan dilakukan untuk menangkap para pengunjuk rasa yang brutal itu.

Belum Genap 2 Bulan Main TikTok, Pengikut Persis Solo Meroket

"Perilaku yang ditunjukkan mereka baik di Old Trafford atau di Hotel Lowry sungguh nekat dan berbahaya," kata Jackson di BBC.

Pihak MU sudah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka memang menghargai hak untuk menyampaikan pendapat, tapi juga mendukung polisi untuk melakukan pengusutan tuntas atas unjuk rasa dengan perusakan ini.

"Fans kami sangat bersemangat mengenai Manchester United, dan kami sepenuhnya mengetahui hak kebebasan berekspresi dan protes dengan damai," kata pernyataan resmi MU. "Bagaimanapun, kami menyesal atas gangguan pada tim dan aksi yang menempatkan fans lain, staf, dan polisi dalam bahaya."

Status Laki-Laki Dikabulkan, Syifa Ganti Nama Jadi Afif

"Kami berterima kasih kepada polisi untuk dukungan mereka dan akan membantu mereka dalam penyelidikan selanjutnya," kata pernyataan itu menambahkan.


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago