Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Apakah Cacar Monyet Berbahaya? Ini Penjelasannya

WHO mencatat hingga Jumat (24/6/2022) ada 70 kematian di Afrika Tengah, apakah virus ini berbahaya bagi manusia?
SHARE
Apakah Cacar Monyet Berbahaya? Ini Penjelasannya
SOLOPOS.COM - Ilustrasi sampel darah mengandung virus cacar monyet. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hingga Jumat (24/6/2022) secara global ada lebih dari 3.200 kasus cacar monyet dan 70 kematian di Afrika Tengah, apakah virus ini berbahaya bagi manusia? Mungkinkah menyebar secara global seperti Covid-19? Simak ulasannya di info sehat.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, diperlukan pengawasan intensif di kalangan masyarakat yang lebih luas, sementara kasus di negara-negara non endemik masih didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks sesama jenis.  “Penularan dari orang ke orang sedang berlangsung dan kemungkinan diremehkan,” kata Tedros pada pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional, seperti dikutip dari Antara pada Selasa (28/6/2022).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Untuk menentukan apakah cacar monyet berbahaya atau tidak, para ahli telah telah mengadakan pertemuan yang diinisiasi oleh WHO. Sebuah darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional adalah tingkat kewaspadaan tertinggi di WHO.

Sebanyak 48 negara telah melaporkan kasus cacar monyet sejak Mei dalam wabah saat ini.  “Ada hampir 1.500 kasus yang diduga cacar monyet tahun ini di Afrika Tengah dan 70 kematian,” kata Tedros.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Meluas, Apakah Indonesia Termasuk?

Tedros meminta negara-negara anggota untuk berbagi informasi tentang virus tersebut karena akan membantu WHO dalam mendukung upaya membendung penularan.

Dikutip dari laman CDC, Selasa (28/6/2022), cacar monyet dapat menyebar dengan cara yang berbeda. Virus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui:

– Kontak langsung dengan ruam menular, koreng, atau cairan tubuh
– Sekret pernapasan selama kontak tatap muka yang berkepanjangan, atau selama kontak fisik yang intim, seperti berciuman, berpelukan, atau berhubungan seks
– Menyentuh barang-barang (seperti pakaian) yang sebelumnya menyentuh ruam menular atau cairan tubuh penderita
– Orang hamil dapat menyebarkan virus ke janinnya melalui plasenta

Baca Juga: Banyak Ditemukan pada Kaum LGBT, Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay

Orang juga mungkin mendapatkan cacar monyet dari hewan yang terinfeksi, baik dengan dicakar atau digigit hewan tersebut atau dengan menyiapkan atau memakan daging atau menggunakan produk dari hewan yang terinfeksi.

Cacar monyet dapat menyebar dari saat gejala mulai muncul hingga ruam sembuh total dan lapisan kulit baru terbentuk. Penyakit ini biasanya berlangsung 2-4 minggu. Orang yang tidak memiliki gejala cacar monyet tidak dapat menyebarkan virus ke orang lain. Saat ini, tidak diketahui apakah cacar monyet dapat menyebar melalui air mani atau cairan vagina.

Apakah cacar monyet berbahaya?  Penyakit ini kadang bisa mematikan, terutama di tempat-tempat miskin dengan perawatan kesehatan yang tidak memadai, dan terkait erat dengan cacar, yang menjangkiti manusia selama ribuan tahun. Cacar diberantas karena kampanye vaksinasi di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, vaksinasi massal berakhir pada tahun 1972, tetapi vaksin tetap disimpan.

Baca Juga: Ini Beda Cacar Monyet dan Cacar Air

Monkeypox telah dikenal sejak akhir 1950-an, dan terlepas dari namanya, reservoir alaminya adalah hewan pengerat. Paling sering menyebar di antara manusia melalui kontak dengan lesi penyakit, atau melalui tetesan pernapasan yang dihembuskan selama kontak dekat yang lama.

Perjalanan udara dari Afrika diyakini telah memicu wabah tersebut. Pelacakan kontak sedang berlangsung. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyelenggarakan konferensi pers minggu ini di mana para pejabat berfokus pada penyebaran virus di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, yang tampaknya bertanggung jawab atas sebagian besar kasus wabah saat ini.

 

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode