Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Apa Itu Klepto, Berbeda dengan Mencuri?

Sempat viral di media sosial, termasuk Twitter, apa itu klepto dan apakah berbeda dengan mencuri?
SHARE
Apa Itu Klepto, Berbeda dengan Mencuri?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pencurian (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO — Sempat viral di media sosial, termasuk di Twitter, apa sih sebenarnya klepto itu?

Belakangan ini ramai kasus pegawai Alfamart yang dipaksa meminta maaf karena mengunggah video seorang perempuan yang mencuri cokelat. Perempuan tersebut dinarasikan mengendarai mobil Mercedes-Benz.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pegawai Alfamart memergoki perempuan tersebut mencuri cokelat dan memaksanya untuk membayar. Dalam video itu, perempuan tersebut juga mengakui mengambil cokelat batangan. Ia kemudian mengambil cokelat itu dan memberikannya kepada pegawai Alfamart.  “Kenapa ibu enggak jujur? Enggak mau bayar dulu,” ujar si perekam yang diduga karyawan minimarket.

Kemudian, beredar video lagi pegawai Alfamart tersebut meminta maaf karena terjadi kesalahpahaman dengan perempuan pencuri cokelat tersebut. Namun, dalam narasi yang berkembang disebutkan pegawai Alfamart tersebut diancam dengan UU ITE.

Baca Juga: Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2022 dalam Rangka HUT ke-77 RI

Meski kasus tersebut telah berujung damai, banyak pihak yang menyebut perilaku perempuan pencuri cokelat tersebut merupakan klepto. Kira-kira apa itu klepto?

Berdasarkan penelusuran Solopos.com di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, tidak ditemukan kata klepto. Namun, yang tercantum di KBBI online adalah kleptomania.

Baca Juga: Pedagang Daging Anjing di Bali Tinggal 11, Solo Berapa?

Di KBBI online, disebutkan kleptomania merupakan kelainan jiwa berupa keinginan hendak mencuri yang tidak dapat ditahan-tahan sekalipun barang curian itu tidak berharga atua tidak berguna sama sekali.

Setelah mengetahui apa itu klepto, ternyata hal ini berbeda dengan mencuri. Hal ini dikarenakan kleptomania termasuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif, yakni gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit mengendalikan emosi dan perilaku.

Baca Juga: Jejak Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Solo, Bangunan Ini Jadi Saksi

Mengutip situs kesehatan Alodokter.com, kleptomania dapat membuat penderitanya terganggu secara emosional. Jika terus dibiarkan penderita kleptomania bisa mengalami gangguan mental serius, terjerat hukum, hingga berpikir untuk bunuh diri.

Penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti, tetapi ada dugaan kondisi ini terkait dengan gangguan pada senyawa kimia di otak, seperti penurunan kadar serotonin, ketidakseimbangan sistem opioid otak, dan gangguan pelepasan dopamin.

Baca Juga: Kerap Keliru! Ini Hlo Penulisan HUT ke-77 RI yang Benar

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode