[x] close
top ear
Ilustrasi hasil tes darah pasien positif virus corona. (Reuters)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi hasil tes darah pasien positif virus corona. (Reuters)

Anies Baswedan & Ridwan Kamil Kompak, Minta Kewenangan Tangani Virus Corona

Anies Baswedan dan Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat memberikan kewenangan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan virus corona.
Diterbitkan Rabu, 11/03/2020 - 23:56 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) satu suara dalam penanganan virus corona yang terjadi di Indonesia. Mereka meminta kewenangan untuk menangani pasien suspect virus corona.

Anies dan Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada daerah untuk melakukan uji laboratorium sendiri pasien yang diduga terjangkit virus corona.

Ma'ruf Amin Ke Pasar Klewer Solo, Ini Pesannya Kepada Pedagang

Ridwan Kamil mengaku pihaknya mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk melakukan pemeriksaan laboratorium tersebut.

"Kami punya kemampuan untuk melakukan tes. Di Jabar ada 619 dalam pemantauan tapi tidak gejala. Dalam pengawasan 55, yang positif 3 karena KTP-nya Depok. Kami melakukan permohonnan untuk di daerah melakukan uji sesuai yang dilakukan protokol," terang gubernur yang kerap disapa Kang Emil ini di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (11/3/2020).

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Lagi, Total 34 Kasus

Hal senada juga diungkap oleh Anies Baswedan. Pihaknya ingin bergerak cepat dalam melakukan penanganan virus corona. Menurutnya, jika uji laboratorium masih dilakukan oleh pemerintah pusat, penanganan akan terhambat.

"Hal yang sama [permintaan kami], ada DK UI dan Labkesda Jkarta [yang bisa uji laboratorium]. Kalau bisa cepat, kita bisa bergerak cepat untuk self quarantine. Sekarang begini Indonesia menghadapi situasi, sekarang kita punya contoh bulan Desember-Januari, beberapa minggu ini Eropa Iran Korea lompatan [pengidap corona] yang luar biasa," tambah Anies.

Kabar Duka: Eks Pelatih Persija Jakarta Tutup Usia

"Kita ada dua pilihan ambil rute seperti Iran, Amerika Serikat, Italia, Korea. Di awal rileks lakukan terbatas bertahap kemudian meningkat di Italia. Pada 20 Februari cuma empat kasus, dalam 18 hari jadi ribuan. Begitu [pengidap corona] lompat tinggi, pemerintah melakukan tindakan untuk menutup," ucap mantan Mendikbud ini.

Kemudian, ia bercerita soal penanganan virus corona di Singapura. Sejak ada pasien positif corona, pemerintah Singapura langsung bertindak untuk membatasi akses dari luar. Hal tersebut yang ingin dilakukan Anies Baswedan.

Guru Ngaji Cabul di Blitar Belum Tersangka, Polisi Sulit Buktikan

Tanggapan Achmad Yurianto

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Wabah Virus Corona Indonesai Achmad Yurianto mengatakan keinginan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil tersebut bisa saja terwujud, tetapi dia mengingatkan pemeriksaan virus tidaklah mudah.

"Kalau pemeriksaan tidak masalah, tapi harus memenuhi persyaraan mutlak. Kalau persyaratan dipenuhi tak masalah, masalahnya ini pemeriksaan virus," jawab Yuri.

Teror Ranjau Paku Sasar Flyover Manahan, Kasatlantas Solo: Mungkin Tidak Sengaja


Editor : Profile Nugroho Meidinata
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini