top ear
Ganjar Pranowo dan rombongan harus menempuh perjalanan panjang dengan jalan kaki melintasi jurang dan perbukitan. Ganjar menempuh perjalanan selama 45 menit.
  • SOLOPOS.COM
    Ganjar Pranowo dan rombongan harus menempuh perjalanan panjang dengan jalan kaki melintasi jurang dan perbukitan. Ganjar menempuh perjalanan selama 45 menit.

Angker! Nekat Bengak-Bengok di Girpasang Klaten Bisa Kesurupan, Begini Ceritanya

Dukuh Girpasang Klaten dikenal angker dengan kisah misteri soal larangan bengak-bengok.
Diterbitkan Selasa, 15/09/2020 - 18:45 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikenal angker. Pengunjung yang datang ke sana dilarang bengak-bengok alias berteriak jika tidak ingin kesurupan.

Ketua RT 007/RW 002 Girpasang, Tegalmulyo, Sugino, Sugino, mengatakan, dulu sempat ada seorang wanita yang kesurupan saat berkunjung ke sana.

"Kalau ke sini yang terpenting niatnya. Hal yang harus diperhatikan jangan sampai bengak-bengok. Harus menjaga sikap. Sekitar tiga tahun lalu itu, ada seorang cewek yang kejang-kejang karena kesurupan," kata dia saat ditemui Solopos.com, Sabtu (12/9/2020).

Ini Tampang AA, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung

Sesepuh di Girpasang, Mbah Patmo, 70, mengatakan daerahnya memiliki aura mistis yang kuat. Jadi pengunjung yang datang ke sana harus menjaga sikap.

"Di Girpasang rada wingit. Larangane ten mriki niku mboten kenging bengok-bengok [Di Girpasang agak angker. Larangannya itu tidak boleh teriak-teriak]," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, dukuh ini hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 35 jiwa yang tinggal di 10 rumah. Maklum saja, wilayah ini hanya berjarak empat kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Setiap pengunjung yang ingin masuk ke Dukuh Girpasang harus melewati jurang sedalam 100-an meter. Saat ini, jalan menuju ke sana sudah terdapat ribuan anak tangga.

Sangar! Bocah SMP di Klaten Ini Hobi Koleksi Ular Piton

Keberadaan anak tangga itu biasa disebut 1.001 anak tangga. Anak tangga itu guna memudahkan pengunjung saat menempuh perjalanan sepanjang 2 km menuju Girpasang. Rata-rata, perjalanan tersebut ditempuh setengah jam hingga satu jam.

Di samping ribuan anak tangga, warga mengakali jarak tempuh yang dinilai melelahkan itu. Di Girpasang disediakan gondola khusus pengangkut barang.

Pencetus Balap Lari Solo: Kami Cuma Olahraga, Have Fun Tanpa Judi

Sugino mengatakan Girpasang diproyeksikan menjadi desa wisata di lereng Gunung Merapi. Sejauh ini, wilayah ini juga terus berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung desa wisata.

"Kami juga lengkapi kawasan Girpasang dengan gazebo hasil bantuan dari Polres Klaten," katannya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini