ANGIN KENCANG KARANGNYAR :  Hujan Disertai Angin Kencang, Sejumlah Rumah Rusak

SHARE
ANGIN KENCANG KARANGNYAR :  Hujan Disertai Angin Kencang, Sejumlah Rumah Rusak
SOLOPOS.COM - Ilustrasi angin kencang /JIBI/Solopos/Dok.)

Angin kencang Karanganyar pada Rabu (15/6/2016) mengakibatkan sejumlah rumah rusak.

Solopos.com, KARANGANYAR – Hujan yang mengguyur sebagian Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/6/2016) sore, disertai angin kencang yang merusakkan beberapa rumah warga, di sejumlah desa.
Informasi yang dihimpun solopos.com dari jejaring sukarelawan tanggap bencana, atap teras rumah milik Kusrin, warga RT 001/RW 001, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, rusak.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Teras rumah Kusrin sepanjang delapan meter, dan lebar tiga meter. Selain itu genteng rumah Kusrin berserakan disapu angin puting beliung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Beruntung tak ada korban jiwa, atau luka akibat kejadian itu. Camat Karangpandan, Aji Pratama Heru K., mengaku masih memantau dampak terjangan puting beliung di Salam.

“Sejauh ini rumah yang dilaporkan rusak, baru satu unit. Itu pun hanya bagian atap teras. Tidak parah. Kerusakan lain skala kecil-kecil, genteng-genteng yang terbawa pusaran angin,” ujar dia.

Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar itu telah berkoordinasi dengan jaringan sukarelawan Karangpandan untuk memantau perkembangan.

Ekspedisi Energi 2022

Informasi yang dihimpun solopos.com dari jaringan sukarelawan Karanganyar Emergency, angin kencang menyebabkan kerusakan tempat pembibitan tanaman di Plawan, Girimulyo, Ngargoyoso.

Genteng-genteng atap rumah warga juga tersingkap. Sedangkan di Kebak, Kecamatan Jumantono, pepohonan tumbang melintang jalan yang menuju wilayah Kecamatan Jumapolo.

Hingga petang hari tak ada laporan korban jiwa atau luka. Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Rohadi Widodo, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaaan saat hujan turun.
Kendati sudah memasuki pertengahan Juni, curah hujan di Bumi Intanpari masih cukup tinggi. Utamanya, dia menjelaskan, di wilayah lereng Gunung Lawu, seperti Tawangmangu dan sekitarnya.

“Dampak bencana kerusakan rumah saya minta segera ditangani. Pohon-pohon yang ambruk melintang jalan juga jadi prioritas penanganan, supaya tak mengganggu warga,” kata dia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pejabat wilayah seperti camat dan kades, intensif memantau kondisi daerahnya saat hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

“Imbau warga meningkatkan kewaspadaan dari berbagai potensi bencana. Bila terjadi bencana segera laporkan kepada kami supaya bisa dilakukan penanganan segera,” ujar dia.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago