Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Anggota PMR PMI Grobogan Buat Peta Risiko Bencana di Sekolah

Anggota Palang Merah Remaja atau PMR PMI Grobogan membuat peta risiko bencana di sekolah atau bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas (BKRK) di sekolah.
SHARE
Anggota PMR PMI Grobogan Buat Peta Risiko Bencana di Sekolah
SOLOPOS.COM - Salah satu kegiatan dalam Konferensi PMR PMI Grobogan 22-24 Juni 2022, adalah pembuatan peta risiko bencana. (Istimewa/PMI Grobogan)

Solopos.com, SOLO — Anggota Palang Merah Remaja atau PMR PMI Grobogan membuat peta risiko bencana di sekolah atau bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas (BKRK) di sekolah.

Pembuatan peta risiko bencana atau BKRK di sekolah tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan anggota PMR Wira dalam Konferensi PMR PMI Grobogan, pada 22-24 Juni 2022.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Anggota PMR harus menjadi pengerak pengurangan risiko bencana yang ada di sekolah maupun di masyarakat. Yakni dengan memahami bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas [BKRK],” kata Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Kab. Grobogan Gesit Kristyawan, Sabtu (25/6/2022).

Dengan pembuatan peta BKRK oleh anggota PMR, lanjut Gesit, sekolah atau warga sekolah mengetahui di mana letak bahaya atau ancaman bencana di sekolahannya.

“Sehingga apabila terjadi bencana bisa mengetahui risikonya. Kemudian kapasitas atau SDM yang dipunyai apa saja. Termasuk apabila terjadi bencana PMR dan sekolah harus bersikap bagaimana,” tambahnya.

Baca juga: Mantap! Juara Regional, Tim Robotika Upgris Lolos ke Final KRI 2022

Dengan kegiatan ini, tambah Gesit, anggota PMR bisa mendapatkan ilmu tentang sekolah aman. Juga dapat berperan sebagai penggerak kegiatan pengurangan risiko bencana di sekolah.

Selain itu peserta dapat mengembangkan Tri Bakti PMR. Yaitu berkarya dan berbakti di masyarakat, berperilaku hidup bersih dan sehat, mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Menurut Sekretaris PMI dan Kepala Markas PMI Grobogan Djasman, sebagai kader PMI, PMR dapat memberikan masukan terkait kegiatan PMI melalui Konferensi PMR.

“Konferensi PMR menjadi ajang para remaja untuk mengembangkan jiwa Kepalangmerahannya dan mempersiapkan relawan–relawan muda sebagai pengerak di lingkungannya,” jelas Djasman.

Baca juga: Cuci Tangan Dan Kaki di Embung, Petani di Grobogan Tenggelam

Kegiatan yang digelar di Markas PMI Grobogan diikuti oleh 36 SMA/SMK/MA di Kabupaten Grobogan juga melakukan pemilihan koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis).

Terpilih sebagai koordinator Forpis Grobogan Bela Wahyu Hestiningsih dari SMAN 1 Wirosari, menggantikan Zahra Mauizah dari SMA N 1 Gubug.

Koordinator Forpis memiliki tugas melakukan koordinasi dan komunikasi untuk PMR se-Kabupaten Grobogan untuk membantu kegiatan pelayanan PMI Grobogan.

“Selanjutnya Bela akan mewakili PMI Kabupaten Grobogan untuk maju ke Forpis tingkat Jawa Tengah tahun ini,” imbuh Gesit.

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode