Anemia Tingkatkan Risiko Demam Berdarah, Benarkah?
Solopos.com|lifestyle

Anemia Tingkatkan Risiko Demam Berdarah, Benarkah?

Apabila mengidap anemia, Anda akan merasakan gejala tubuh lemas dan seperti tidak memiliki energi yang cukup.

Solopos.com, SOLO–Anemia yang ditandai dengan tubuh kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin sering dikaitkan dengan risiko tertular demam berdarah. Benarkah ada kaitannya?

Tips kesehatan kali ini membahas benarkah anemia tingkatkan risiko terkena demam berdarah.  Sel darah merah dan hemoglobin berfungsi mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan di dalam tubuh.

Anemia atau yang biasa disebut sebagai kurang darah bisa membuat penderitanya merasa lelah dan lemas. Bahkan, anemia disebut-sebut bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit demam berdarah. Benarkah hal tersebut?

Baca Juga: Kenali Gejala dan Penyebab Sindrom Treacher Collins Seperti Diidap Keluarga di Asahan

Menurut dokter dari Klikdokter.com, Sara Elise Wijono, penderita anemia atau orang dengan kekurangan zat besi berisiko tinggi menularkan penyakit demam berdarah dari gigitan nyamuk.

Dengue merupakan virus yang menjadi lebih aktif di dalam tubuh orang dengan anemia atau kekurangan zat besi. Ketika orang anemia yang kekurangan zat besi terinfeksi dengue, nyamuk yang menggigitnya akan membawa virus tersebut.

Dokter Sara menjelaskan, dalam jumlah cukup, zat besi di dalam darah dapat membantu sistem imun tubuh nyamuk untuk membunuh virus dengue. Yang terjadi kebalikannya bila darah kekurangan zat besi.

Akibatnya, virus dengue tetap hidup di dalam nyamuk. Nantinya, virus dapat berpindah ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain yang masih sehat. Pada kasus penularan DBD, nyamuk hanyalah perantara, bukan sebagai sumber penyakit. Penderita demam berdarah harus mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan trombosit darah agar segera pulih dari penyakit tersebut.

Apabila mengidap anemia, Anda akan merasakan gejala tubuh lemas dan seperti tidak memiliki energi yang cukup. Oleh karena itu, anemia bisa dicegah dan dihindari dengan cara berikut ini seperti melansir Klikdokter.com, Rabu (2/6/2021):

1. Perbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi

Penderita anemia diwajibkan untuk mengonsumsi makanan tinggi kandungan zat besi. Makanan-makanan yang mengandung zat besi tinggi adalah daging, bayam, berbagai sayuran hijau, kerang, serta kacang-kacangan.

Baca Juga: Kebiasaan Merokok Sejak Muda Lebih Berbahaya, Ini Penjelasannya

2. Konsumsi vitamin C dan asam folat

Orang dengan anemia dapat mengonsumsi makanan tinggi kandungan vitamin C dan asam folat untuk mencegah penyakit ini datang lagi. Makanan-makanan yang bisa dikonsumsi adalah jeruk, nanas, sayur bayam, pisang, paprika, brokoli, dan sereal.

3. Konsumsi makanan mengandung vitamin B12

Makanan yang harus Anda konsumsi berikutnya adalah asupan yang mengandung vitamin B12. Vitamin B12 dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah untuk menghindari terjadinya anemia.

Makanan mengandung vitamin B12 adalah susu, telur, ikan tuna, ikan salmon, dan berbagai produk kedelai lainnya.

4. Kombinasi dengan makanan sehat

Anda bisa mengonsumsi makanan sehat, seperti daging ayam, brokoli, pasta, dan buah-buahan. Makanan tersebut dapat dikonsumsi untuk memastikan asupan zat besi Anda cukup dan mencegah datangnya anemia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago