Ancaman Gunung Merapi Mereda, Terpal Penutup Candi Mendut Akhirnya Dibuka
Solopos.com|jateng

Ancaman Gunung Merapi Mereda, Terpal Penutup Candi Mendut Akhirnya Dibuka

Balai Konservasi Borobudur (BKB) melepas terpal (terpaulin) yang menutupi Candi Mendut di Kabupaten Magelang.

Solopos.com, MAGELANG -- Balai Konservasi Borobudur (BKB) melepas terpal (terpaulin) yang menutupi Candi Mendut di Kabupaten Magelang, karena perubahan arah ancaman erupsi dari Gunung Merapi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKB Khanifudin Malik, seperti ditulis Antara, Minggu (18/4/2021), mengatakan Candi Mendut ditutup terpal sejak November 2020 untuk mengantisipasi letusan Gunung Merapi. “Setelah dievaluasi dan konsultasi dengan BPPTKG diputuskan penutup Candi Mendut dibuka," katanya.

Pelepasan dan pembukaan kembali terpal ini dilakukan staf BKB bersama dengan masyarakat sekitar Candi Mendut. Salah satu alasan dibukanya penutup terpal ini setelah mendapatkan informasi serta data-data dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Baca Juga : Gardu Pantau Belanda Selamat Dari Proyek Kawasan Borobudur Magelang

Sebagaimana informasi dari BPPTKG kondisi dan status Gunung Merapi saat ini, siaga (level III). Kemudian hujan abu dominan di sektor timur Gunung Merapi maksimal sejauh 8 kilometer dari puncak.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas mengancam sektor selatan-barat daya Gunung Merapi maksimal 5 km serta sektor tenggara sejauh 3 km. Berdasarkan informasi tersebut untuk sementara ini kondisi Candi Mendut aman dari erupsi Gunung Merapi.

Selain data dari BPPTKG, katanya, juga ada permohonan dari masyarakat sekitar terutama paguyuban pedagang Candi Mendut. Penutupan itu sangat berdampak pada pendapatan pedagang.

Baca Juga : Nepal Van Java Kaliangkrik Magelang Bikin Menteri Sandiaga Penasaran Nginap

"Kami bersimpati diberikan dukungan masyarakat sekitar terutama paguyuban pedagang di Candi Mendut karena dengan penutupan Candi Mendut ini berdampak ekonomi yang sangat besar. Ketika pandemi pengunjung turun, tetapi lebih drastis lagi setelah ditutup dengan terpal," katanya.

Seorang pedagang, di Candi Mendut, Karudi, mengaku senang dengan dibukanya penutup candi sehingga bisa mendapatkan rezeki dengan berjualan di kawasan Candi mendut ini.

Ia berharap dengan dibukanya kembali penutup candi ini pengunjung berdatangan lagi di Candi Mendut, karena jika untuk berfoto akan kelihatan lebih bagus kalau tidak ada penutupnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago