SOLOPOS.COM - Ilustrasi minum sirop obat. (freepik.com/photo by@ user18526052)

Solopos.com, SOLO — Orang tua mungkin bingung ketika ingin meminumkan obat kepada anak, terlebih ketika anak juga susah untuk meminum obat. Ada orang tua yang khawatir anak akan muntah saat minum obat. Hal itu dapat diantisipasi dengan mengatur waktu pemberian obatnya.

Penyebab anak muntah setelah minum obat, bisa jadi karena perut anak yang masih penuh sebelum minum obat. Sebab memang beberapa obat disarankan diminum setelah makan.

Ekspedisi Mudik 2024

Dokter anak Rumah Sakit (RS) JIH Solo, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A, dalam Health Talk RS JIH Solo, dengan tema Bahaya Obat Sirop yang jadi Viral, yang disiarkan di Youtube RS JIH Solo belum lama ini, mengatakan tidak semua obat harus diminum setelah makan.

Ada beberapa jenis obat yang aman untuk lambung yang bisa dikonsumsi sebelum makan. Kalau harus diminum setelah makan, jika memang takut anak muntah atau mual, bisa diberi jarak setengah jam atau satu jam setelah makan. Agar perut tidak lagi penuh, yang nantinya bisa menimbulkan mual sehingga muntah.

“Kecuali kalau memang obat-obat yang harus diminum setelah makan. Obat yang harus diminum setelah makan ini biasanya obat-obat yang agak menggerus lambung. Dengan begitu harus dialasi dulu agar lambung tidak perih. Kalau tidak membikin petrih, boleh tidak harus makan dulu,” kata dia.

Baca Juga: Soal Potensi Stroke Bisa Sembuh Total, Begini Penjelasan Dokter Ahli

Sementara itu dia juga menyarankan untuk orang tua memperhatikan soal penyimpanan obat. Sebab untuk obat puyer pun, ada batasan waktu penyimpanan yang harus diperhatikan.

“Untuk obat puyer, untuk penyimpanan biasanya antara 1-2 minggu. Kalau terlalu lama takutnya menggumpal di kertas puyer jadi efektivitas menurun,” kata dia.

Kemudian ketika anak yang terkena batuk dan pilek yang sebelumnya sudah sembuh namun beberapa waktu kambuh kembali, ada kemungkinan memiliki gejala yang berbeda dengan penyakit sebelumnya. “Biasanya gejala satu dan lain [batu pilek] berbeda. Jadi tetap sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui perlunya itu obat yang seperti apa,” lanjut dia.

Baca Juga: Mengulas Stroke dari Gejala, Penyebab, hingga Pencegahannya

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengakses layanan, bisa langsung ke Rumah Sakit JIH Solo di Jl. Adisucipto No. 118, Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo. Didukung oleh dokter, perawat, paramedis, dan staf yang profesional dan ramah dalam melayani pasien, JIH juga memiliki peralatan medis modern dan terbaru.

RS JIH Solo juga bisa dihubungi lewat email : infosolo@rs-jih.co.id, nomor telepon (0271) 746 9100, Gawat Darurat : 1-500-805, Whatsapp : +62811500805, Website: www.rs-jih.co.id/rsjihsolo, Instagram: @rs.jihsolo, Tiktok: @rsjihsolo, Facebook: @rsJIHSolo, Youtube: RS JIH Solo, serta Twitter @rsJIHSolo.

 

 

Rekomendasi
Berita Lainnya