Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Anak Sering Muntah Saat Minum Obat, Antisipasi dengan Cara Ini

Ada orang tua yang khawatir anak akan muntah saat minum obat. Hal itu dapat diantisipasi dengan mengatur waktu pemberian obatnya.
Anak Sering Muntah Saat Minum Obat, Antisipasi dengan Cara Ini
SOLOPOS.COM - Ilustrasi minum sirop obat. (freepik.com/photo [email protected] user18526052)

Solopos.com, SOLO — Orang tua mungkin bingung ketika ingin meminumkan obat kepada anak, terlebih ketika anak juga susah untuk meminum obat. Ada orang tua yang khawatir anak akan muntah saat minum obat. Hal itu dapat diantisipasi dengan mengatur waktu pemberian obatnya.

Penyebab anak muntah setelah minum obat, bisa jadi karena perut anak yang masih penuh sebelum minum obat. Sebab memang beberapa obat disarankan diminum setelah makan.

Dokter anak Rumah Sakit (RS) JIH Solo, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A, dalam Health Talk RS JIH Solo, dengan tema Bahaya Obat Sirop yang jadi Viral, yang disiarkan di Youtube RS JIH Solo belum lama ini, mengatakan tidak semua obat harus diminum setelah makan.

Ada beberapa jenis obat yang aman untuk lambung yang bisa dikonsumsi sebelum makan. Kalau harus diminum setelah makan, jika memang takut anak muntah atau mual, bisa diberi jarak setengah jam atau satu jam setelah makan. Agar perut tidak lagi penuh, yang nantinya bisa menimbulkan mual sehingga muntah.

“Kecuali kalau memang obat-obat yang harus diminum setelah makan. Obat yang harus diminum setelah makan ini biasanya obat-obat yang agak menggerus lambung. Dengan begitu harus dialasi dulu agar lambung tidak perih. Kalau tidak membikin petrih, boleh tidak harus makan dulu,” kata dia.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: Soal Potensi Stroke Bisa Sembuh Total, Begini Penjelasan Dokter Ahli

Sementara itu dia juga menyarankan untuk orang tua memperhatikan soal penyimpanan obat. Sebab untuk obat puyer pun, ada batasan waktu penyimpanan yang harus diperhatikan.

“Untuk obat puyer, untuk penyimpanan biasanya antara 1-2 minggu. Kalau terlalu lama takutnya menggumpal di kertas puyer jadi efektivitas menurun,” kata dia.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Kemudian ketika anak yang terkena batuk dan pilek yang sebelumnya sudah sembuh namun beberapa waktu kambuh kembali, ada kemungkinan memiliki gejala yang berbeda dengan penyakit sebelumnya. “Biasanya gejala satu dan lain [batu pilek] berbeda. Jadi tetap sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui perlunya itu obat yang seperti apa,” lanjut dia.

Baca Juga: Mengulas Stroke dari Gejala, Penyebab, hingga Pencegahannya

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengakses layanan, bisa langsung ke Rumah Sakit JIH Solo di Jl. Adisucipto No. 118, Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo. Didukung oleh dokter, perawat, paramedis, dan staf yang profesional dan ramah dalam melayani pasien, JIH juga memiliki peralatan medis modern dan terbaru.

RS JIH Solo juga bisa dihubungi lewat email : [email protected], nomor telepon (0271) 746 9100, Gawat Darurat : 1-500-805, Whatsapp : +62811500805, Website: www.rs-jih.co.id/rsjihsolo, Instagram: @rs.jihsolo, Tiktok: @rsjihsolo, Facebook: @rsJIHSolo, Youtube: RS JIH Solo, serta Twitter @rsJIHSolo.

 

 



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terpopular
    Indeks Berita
    Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
    Emagz Solopos
    Berita Terkini
    Indeks Berita
    Part of Solopos.com
    ISSN BRIN
    Punya akun? Silahkan login
    Daftar sekarang...
    Support - FaQ
    Privacy Policy
    Tentang Kami
    Kontak Kami
    Night Mode